<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4744436086945430980</id><updated>2011-04-21T17:56:05.551-07:00</updated><title type='text'>Alam Desa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alam-desa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-desa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pramana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09075828674129467395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vnl0_QeDHGA/SA1ko88XJhI/AAAAAAAAABw/aSOWLEuVfsE/S220/DSCF1075.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4744436086945430980.post-1941196075760702049</id><published>2008-04-21T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T21:23:08.328-07:00</updated><title type='text'>Alam Desa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vnl0_QeDHGA/SA1nZs8XJiI/AAAAAAAAAB4/-U32LFbWhm8/s1600-h/Jatiluwih1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vnl0_QeDHGA/SA1nZs8XJiI/AAAAAAAAAB4/-U32LFbWhm8/s320/Jatiluwih1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191919636686775842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alam desa Tour n Travel ini menyediakan informasi wisata yang ada di pualau bali dan juga menyediaka sarana transportasi serta gaid yang siap mengantarkan perjalanan anda.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vnl0_QeDHGA/SAxaeZOAdMI/AAAAAAAAAAM/uG1lwSDL134/s1600-h/DSCF1061.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4744436086945430980-1941196075760702049?l=alam-desa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-desa.blogspot.com/feeds/1941196075760702049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4744436086945430980&amp;postID=1941196075760702049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/1941196075760702049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/1941196075760702049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-desa.blogspot.com/2008/04/blog-post.html' title='Alam Desa'/><author><name>pramana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09075828674129467395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vnl0_QeDHGA/SA1ko88XJhI/AAAAAAAAABw/aSOWLEuVfsE/S220/DSCF1075.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vnl0_QeDHGA/SA1nZs8XJiI/AAAAAAAAAB4/-U32LFbWhm8/s72-c/Jatiluwih1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4744436086945430980.post-6659087641939919628</id><published>2008-04-21T01:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T01:58:51.715-07:00</updated><title type='text'>Info Obyek Wisata di Bali</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Air                  Panas Banyuwedang(Banyuwedang Hot Spring) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;               Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul                  di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang.                  Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan                  dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga                  pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan                  air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata                  suhu 40 derajat celcius.&lt;br /&gt;               Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini                  dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena air                  panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit terutama penyakit                  kulit. Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang datang                  ke tempat ini dengan harapan penyakitnya dapat sembuh. Pantai                  dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang                  mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Bayuwedang ini                  bebas dari abrasi.&lt;br /&gt;               Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset                  pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Air Panas Banyuwedang terletak                  di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota Singaraja,                  dipinggir batas kawasan Taman Nasional Bali Barat. Di sebelah                  selatan jalan raya ke Air Panas Banyuwedang termasuk kawasan Taman                  Nasional, sedangkan di sebelah utaranya adalah kawasan Batu Ampar                  yang terdiri dari tanah berkapur. Kawasan Batu Ampar ini oleh                  daerah tingkat II Buleleng telah direncanakan sebagai kawasan                  wisata baru, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya                  adalah adanya Taman Laut di sekitar Pulau Menjangan.&lt;br /&gt;               Jalan menuju air panas Banyuwedang dari jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk                  telah dikeraskan, demikian pula telah dibangun fasilitas parkir.                  Di sumber air panas yang ditanggul dibangun sebuah bangunan dengan                  beberapa kamar mandi tertutup. Di areal Air Panas Banyuwedang                  terdapat juga beberapa fasilitas WC yang dibangun oleh Taman Nasional                  Bali Barat, dan beberapa tempat berteduh. Jumlah kunjungan wisatawan                  Nusantara tinggi jika dibandingkan dengan Mancanegara. Pengunjung                  yang datang kebanyakan dengan tujuan untuk berobat. Pengunjung                  yang dari pulau Jawa kebanyakan berasal dari Daerah Banyuwangi.                &lt;br /&gt;               Sesungguhnya sumber air panas Banyuwedang terletak ditengah-tengah                  hutan bakau di pinggir pantai. Daerah sekitarnya relatif gersang                  karena tanahnya terdiri atas tanah kapur dan tidak terdapatnya                  sungai yang dapat menjadikan sumber air untuk penghijauan sekitarnya.                  Oleh karenanya tanaman yang banyak tumbuh adalah tanaman yang                  tidak banyak membutuhkan air, seperti yang dikenal di Bali sebagai                  pohon "bekeul" atau "bangyang". Adanya air                  panas yang mengandung belerang yang terletak di pinggir pantai                  ditunjang dengan daerah yang jarang penduduknya sehingga dapat                  diciptakan suasana tenang, menyebabkan Pemerintah Daerah Propinsi                  Daerah Tingkat I Bali akan mengembangkan daerah ini sebagai Kawasan                  Pariwisata Untuk Kesehatan, atau yang umum disebut "Health                  Tourism".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Air Panas Penatahan(Penatahan Water Spring) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;               Air Panas ini terletak di desa Penatahan Kecamatan Penebel + 13                  km dari Kota Tabanan ke Utara 34 km dari Denpasar dengan panorama                  alam yang indah dan dikanan kirinya dilatarbelakangi oleh sawah                  yang berundak-undak. Mata air panas ini berada di tepi sungai                  Yeh Ho dan air panas Penatahan oleh masyarakat di kenali dengan                  nama Yeh Panes. Berdasarkan hasil penelitian dari laboratorium                  Departemen Kesehatan, air panas ini sangat baik untuk mandi karena                  mengandung belerang dan mineral lainnya yang sangat baik untuk                  menyembuhkan penyakit kulit.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Air Terjun Dusun Kuning (Dusun Kuning Waterfall) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;               Di bagian selatan sekitar 6 km dari kota Bangli, di Desa Taman                  Bali terdapat sebuah air terjun. Karena letaknya di Desa Dusun                  Kuning maka dinamakan air terjun Dusun Kuning.&lt;br /&gt;               Air terjun ini berada di ketinggian 25 meter diatas permukaan                  Sungai Melangit yang mengalir ke arah selatan. Lokasi ini dapat                  dicapai dengan beragam jenis transportasi dan dari desa kecil                  ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 500 meter. Daerah                  yang dingin dengan udara yang sejuk dikombinasi dengan hijaunya                  dedaunan meningkatkan pesona air terjun alami. Dan tidak jauh                  dari tempat ini terdapat hutan yang dihuni oleh ratusan kera.                &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Air Terjun Singsing(Singsing Waterfall) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;               Pada waktu musim panas, volume air terjun relatif menurun. Jalan                  menuju air terjun yang sedikit mendaki merupakan kegiatan yang                  menyenangkan untuk kegiatan "trekking". Letaknya yang                  tidak jauh dari kawasan Lovina, bahkan dapat dicapai dengan jalan                  kaki dari Lovina, menjadikan obyek ini banyak dikunjungi wisatawan                  yang umumnya mereka yang tinggal di kawasan Wisata Lovina. Tidak                  jauh dari air terjun Singsing ini, terdapat monumen Belanda. Monumen                  ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memperingati                  gugurnya seorang Perwira tentara Belanda didalam perang Banjar                  pada tahun 1868. Sekitar tahun 1956 monumen ini dihancurkan karena                  dianggap menghormati penjajah. Akan tetapi pada tahun 1992 monumen                  ini dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Dati II Buleleng dengan                  maksud bahwa sejarah tidak bisa dihapus, disamping monumen itu                  juga melambangkan kepahlawanan rakyat Banjar yang mampu menewaskan                  perwira tentara Belanda. Air Terjun Singsing terletak di Banjar                  Labuhan Haji Desa Temukus Kecamatan Banjar, 3 km dari Lovina dan                  13 km dari Singaraja. Untuk menuju obyek wisata ini dapat dicapai                  dengan kendaraan bermotor sampai ke jurusan desa Tigawarsa. Sebuah                  tanda penunjuk arah menunjukkan jalan yang harus diikuti dengan                  berjalan kaki (sepanjang lebih kurang 600 meter) untuk sampai                  kepada air terjun yang pertama. Untuk mencapai air terjun kedua                  yang letaknya lebih tinggi harus melalui jalan yang terjal.&lt;br /&gt;               Fasilitas parkir dibangun dan diusahakan oleh banjar setempat,                  dan warung disekitar kawasan inipun telah tersedia. Wisatawan                  baik Nusantara maupun mancanegara banyak mengunjungi air terjun                  ini karena suasananya yang tenang, damai dan cocok untuk kesegaran                  jasmani. Lokasi Air Terjun di daerah perbukitan, yang memberikan                  pemandangan hamparan pantai Lovina di arah Utara, menjadi daya                  tarik yang cukup memikat bagi para wisatawan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Alas Kedaton (Alas Kedaton Mongkey Forest) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;               Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari                  kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik.                  Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat                  yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur                  dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan                  yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci                  justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat                  suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera                  yang dianggap keramat. Disamping itu pula terdapat sekelompok                  kalong yang hidup bergantungan di dahan-dahan pohon kayu yang                  besar dan sewaktu-waktu beterbangan, merupakan suatu atraksi yang                  sangat menarik bagi wisatawan baik bagi wisatawan Nusantara maupun                  mancanegara.&lt;br /&gt;               Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara                  Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara                  dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum                  matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton                  atau Pura Dalem Kahyangan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Bali Art Centre (Taman Budaya) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;               Taman Werdhi Budaya yang terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar                  merupakan salah satu tempat terluas dan paling komplek untuk pergelaran                  budaya di Bali dimana setiap tahunnya Pesta Kesenia Bali dilaksanakan                  di tempat ini. Dirancang oleh arsitektur termuka Bali yakni Ida                  Bagus Tugur, tempat ini dirancang berdasarkan arsitektur pura                  dan arsitektur Istana Kerajaan di Bali.&lt;br /&gt;               Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai                  dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek :&lt;br /&gt;               1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale                  Pepaosan, dll.&lt;br /&gt;               2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma&lt;br /&gt;               3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung                  Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan&lt;br /&gt;               4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung                  tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di Selatan Sungai)&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Batu Klotok &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;               Pantai Klotok letaknya 5 Km dari kota Semarapura ke arah selatan.                  Tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dilatarbelakangi                  pemandangan persawahan dengan Gunung Agung yang nampak di kejauhan                  dan hamparan laut di depannya. Wisatawan juga dapat menyaksikan                  dan menikmati pemandangan yang sangat menarik pada saat ada kegiatan                  upacara melasti.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Bedugul &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;               Bedugul merupakan suatu kawasan Pariwisata yang terletak pada                  ketinggian + 1240 m dari permukaan laut. Daerah ini sangat sejuk                  dengan temperatur rata-rata 180C pada malam hari dan 240C pada                  siang hari.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;b&gt;Brahmavihara-Arama &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;               Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;               Brahmavihara-Arama, yang lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha                  Banjar, merupakan Vihara Buddha terbesar di Bali. Letaknya di                  daerah perbukitan di Desa Banjar Tegeha Kecamatan Banjar, 22 km                  sebelah Barat Singaraja dan 11 km dari kawasan wisata Lovina .                  Dengan suasananya yang sepi dan tenang serta dapat memandang langsung                  ke pantai Lovina sebagai kawasan wisata di Buleleng, menyebabkan                  Vihara Buddha ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan,                  baik mancanegara maupun nusantara. Secara garis besar Vihara ini                  terdiri atas 5 kompleks penting, yaitu: &lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;a.                Uposatha Gara&lt;br /&gt;             Terletak di puncak sebelah Barat, sebuah ruangan yang nyaman dan                tenang. Pada dinding-dindingnya terpahat panel kelahiran Sang Buddha,                dan di tengah-tengah terdapat patung Sang Buddha dalam keadaan mencapai                "Sama Sang Buddha" (Nirwana). Ruangan ini fungsinya untuk                penasbihan para bhiku samanera (calon bhiku), tahap awal untuk mengikuti                latihan tahap berikutnya.&lt;br /&gt;             b. Dharmasala&lt;br /&gt;             Semacam ruang kuliah terletak di sebelah timur. Di tempat ini para                bhiku melakukan kebaktian, memberi khotbah-khotbah, dan juga tempat                ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan segala aktivitas                spiritual.&lt;br /&gt;             c. Stupa&lt;br /&gt;             Sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa yang terletak                di sudut Barat Laut, yang seluruh sisi-sisinya terbuat dari beton                dengan relief yang sangat mengagumkan.&lt;br /&gt;             d. Pohon Bodi&lt;br /&gt;             Di sudut barat daya bangunan terdapat pohon besar yang disebut pohon                bodi, yang di sekitar pohon tersebut dihias dengan relief. Tempat                ini merupakan simbul kemenangan Sang Buddha pada waktu beliau mencapai                Sammia Sang Buddha (kesempurnaan yang abadi).&lt;br /&gt;             e. Kuti&lt;br /&gt;             Kuti ini merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang                sedang menuntut ilmu dan kadang kala tempat ini juga dipergunakan                sebagai tempat latihan para bhiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Di                komplek Vihara terdapat beberapa patung Buddha yang menghiasi setiap                sudut taman maupun ruangan. Diantaranya terdapat dua buah patung                Budha yang sangat menarik yaitu patung Parinirwana dan patung Buddha                sebagai Sang Buddha sedang mencapai sama atau moksa dalam istilah                agama Hindu.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Bukit Jambul &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;             Bukit Jambul terletak di Desa Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang,                Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem, jaraknya kira-kira 12 km                dari Klungkung atau 51 km dari kota Denpasar dan dilalui jalan jurusan                ke Besakih. 0byek ini terletak diatas bukit, daya tarik obyek ini                terletak pada perpaduan panorama perbukitan, sawah, lembah dan panorama                laut. Dari tempat ketinggian ini wisatawan dapat menyaksikan keindahan                alam yang mempesona. Dipinggir jalan yang menanjak dan berliku dapat                disaksikan petak-petak sawah yang bertingkat dan pohon-pohon cengkeh                yang subur.Di sebelah Timur tampak bukit menjulang tinggi di wilayah                Sidemen dan disebelah Selatan kelihatan areal persawahan Kabupaten                Klungkung dan sekitarnya serta pemandangan laut lepas di Selatan                Klungkung. Bukit Jambul banyak disinggahi wisatawan yang akan pergi                ke Besakih atau pada waktu kembali dari sana.&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Bungy Jumping Blangsinga &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau                Bali khususnya ke Kabupaten Gianyar, pelaku kepariwisataan harus                mampu menyediakan dan mengembangkan bermacam–macam atraksi                yang diperlukan untuk konsumsi para wisatawan, terutama wisatawan                mancanegara.&lt;br /&gt;             Untuk mengantisipasi hal itu kini di Desa Blangsinga, Kecamatan                Blahbatuh, Kabupaten daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya di lembah                Air Terjun Tegenungan, telah berdiri Bungge Jumping, yaitu tempat                atraksi bagi wisatawan yang senang terjun dari ketinggian kurang                lebih 50 meter. Tempat ini sangat tepat untuk atraksi karena alam                sekitarnya masih asli dan areal terjunnya leluasa, sehingga kemungkinan                bahaya yang timbul sangat kecil.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Bunut Bolong &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Negara&lt;br /&gt;             Bunut Bolong merupakan sebatang pohon bunut yang tumbuh tepat berada                di atas jalan aspal. Bunut adalah sejenis tumbuhan yang beranting                yang keberadaannya bisa menjadi cukup besar. Pohon Bunut yang satu                ini mempunyai keunikan tersendiri, dimana pada tengah bunut itu                terdapat lubang yang lebarnya selebar jalan aspal. Kendaraan bus                besarpun bisa melintas dibawahnya. Bunut Bolong disamping sebagai                tumbuhan yang alami, juga mempunyai nilai magis menurut keyakinan                masyarakat sekelilingnya. Di bagian depan-selatan Bunut Bolong itu                terdapat sebuah tempat suci berupa pura yang bernama Pujangga Sakti.                Dengan bentuknya yang penuh lekukan-lekukan menambah daya tarik                Bunut Bolong itu.Disamping keunikan Bunut Bolong itu sendiri, di                sebelah baratnya juga terdapat hamparan hutan yang membentang dari                selatan ke utara yang sangat mempesona untuk dinikmati. Karena bila                kita berdiri di sekitar Bunut Bolong kita akan dapat menyaksikan                perkebunan cengkeh yang juga memiliki keindahan tersendiri.&lt;br /&gt;             Bunut Bolong terletak di daerah pegunungan yang termasuk wilayah                Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Untuk                mencapai Bunut Bolong dari Kota Denpasar harus ditempuh jarak lebih                kurang 86 km. Untuk menuju Bunut Bolong dapat dicapai dengan kendaraan                roda empat maupun roda dua.&lt;br /&gt;             Bunut Bolong sebagai tujuan Wisata masih sangat asli dan alami,                sarana dan prasarana yang mendukungnya masih belum memadai. Tempat                parkir, toilet umum, penginapan, restauran maupun kios-kios souvenir                belum tersedia. Udara dan suasana yang sejuk serta nyaman di Bunut                Bolong membuat setiap pengunjung betah untuk tinggal disana. Pengunjung                yang datang adalah baik berupa wisatawan nusantara maupun wisatawan                mancanegara. Di Bunut Bolong pengunjung akan disapa dengan ramah                oleh seorang petugas yang ditugaskan khusus mencatat data pengunjung.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Danau Buyan dan Tamblingan(Buyan and Tamblingan Lake) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;             Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki                daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini                masih sangat dirasakan, misalnya dengan tidak adanya penggunaan                perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan                perahu-perahu kecil yang disebut "pedahu" untuk memancing.                Dengan udara yang sejuk dikelilingi pegunungan yang serba hijau,                suasana udara yang segar memberikan suasana yang tenang dan nyaman.                Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan                memancing. Bagi mereka yang menyenangi alam dan rekreasi, kedua                danau inilah tempatnya. Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua                danau ini, yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja,                yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, menambah daya tarik                kawasan ini sebagai obyek wisata.&lt;br /&gt;             Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada,                21 km sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan                Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih                1000 m dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin                pada malam hari. Sedangkan Danau Tamblingan dapat dicapai melalui                pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina.                Sepanjang jalan ke danau ini dapat dilihat pemandangannya secara                utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya                masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri,                dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.&lt;br /&gt;             Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil tepi danau,                penyewaan perahu untuk keperluan memancing ataupun sekedar berekreasi,                dan fasilitas akomodasi. Dari pengamatan secara umum, kebanyakan                wisatawan yang datang ke tempat ini adalah wisatawan mancanegara                yang independent, mereka membawa kendaraan sendiri. Setiap saat                danau ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan                Nusantara.&lt;br /&gt;             Lokasi 0byek Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang                sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata terkenal yaitu                Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit, dan Lovina                Beach. Sebagai latar belakang adalah gunung Lesong dengan ketinggian                1860 m memagari kejernihan air danau sekaligus menciptakan keheningan                yang sangat alami.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Denpasar (Denpasar City)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;             Denpasar sebagai pusat pemerintahan Bali, pusat bisnis di Bali merupakan                ibukota dari Propinsi Bali. Jalan Gajamada merupakan yang dulunya                merupakan pusat bisnis sampai saat ini dimana kantor-kantor Bank,                restaurant dan pusat pemerintahan Kotamadya Denpasar terletak di                jalan ini. Sebagai kota yang berkembang menjadi kota modern (metropolitan)                Kota Denpasar memiliki prasarana dan sarana seperti pusat perbelanjaan                dan restaurant yang terletak di Jalan Teuku Umar. Untuk tempat berbelanja                bahan baku textile dan kerajinan cobalah berkunjung ke Pasar Badung                dan Pasar Kumbasari yang letak dipisahkan oleh Tukad Badung. Untuk                pusat perbelanjaan modern anda bisa ke jalan-jalan Ke Jalan Sudirman                dan Jalan Diponegoro tempat lokasi dari Matahari, Rimo, Ramayana,                Tiara Dewata dan Libi Department Store .&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Denpasar-Bedugul-Alas Kedaton-Tanah Lot &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;             Merupakan suatu rute perjalanan yang sangat menyenangkan dari Denpasar                menuju Bedugul. Bedugul adalah daerah pegunungan yang dingin di                mana terdapat sebuah danau (Danau Beratan) dan Pura Ulun Danu. Kita                dapat menikmati pemandangan alam yang indah serta tempat rekreasi                air dan lain-lain. Dari Bedugul kita menuju obyek wisata Alas Kedaton,                dimana terdapat ratusan ekor kera dan kelelawar di hutan yang mengelilingi                Pura Alas Kedaton yang dibangun sekitar abad XV Masehi. Setelah                itu kita meneruskan perjalanan ke Tanah Lot yang sudah tidak asing                lagi bagi wisatawan seluruh mancanegara. Di Tanah Lot terdapat sebuah                pura di tengah laut dan bila matahari akan tenggelam di ujung laut,                maka terciptalah suatu pemandangan yang sangat indah.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Batubulan(Batubulan Village) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Tempat ini adalah sebuah desa dalam ruang lingkup Kecamatan Sukawati                Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar Propinsi Daerah Tingkat I Bali.                Desa Batubulan pada awalnya terkenal sebagai satu desa agraris yang                kaya akan kesenian termasuk Seni Tari dan Seni Ukir. Struktur masyarakat                dan kebudayaan agraris yang dijiwai oleh Agama Hindu menjadi dasar                dari kehidupan masyarakat Desa Batubulan. Batubulan sangat terkenal                sebagai 0byek Wisata Tari Barong yang khas. Desa ini terletak pada                jalur Denpasar-Gianyar kira-kira 10 km dari Denpasar dan 21 km dari                Gianyar. Setiap harinya para wisatawan mancanegara maupun Nusantara                menyaksikan tarian barong di lima tempat pertunjukan. Disamping                itu para wisatawan juga dapat melihat para pematung batu padas membuat                patung-patung untuk dekorasi rumah hotel, perempatan jalan, jembatan                maupun pura.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Batukaan (Batukaan Village)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;             Desa Batukaang terletak kira-kira 35 km dari Kintamani. Dikenal                sebagai tujuan wisata bagi mereka yang khususnya tertarik pada kebudayaan.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Belega dan Bona(Belega and Bona Village) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             URL : http://&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Desa Belega termasuk Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat                II Gianyar, sedangkan Banjar/Dusun Bona merupakan wilayah Desa Belega.                Yang sangat menarik dari Desa Belega ini adalah, desa ini terkenal                sebagai pusat kerajinan dari bambu, yang antara lain berupa : kursi,                tempat tidur, meja hias, almari dan lain-lainnya.Sedangkan Desa                Bona terkenal sebagai pusat kerajinan dari daun lontar dan tari                kecaknya.&lt;br /&gt;             Hampir setiap hari Desa Belega dan Bona ini dikunjungi wisatawan                mancanegara maupun wisatawan nusantara yang ingin membeli atau memesan                kerajinan bambu atau daun lontar untuk keperluan rumah tangga atau                hotel/restaurant. Di samping itu Bona juga terkenal dengan tari                kecaknya yang mengambil ceritera Ramayana. Setelah pertunjukan tari                kecak, dipertunjukkan juga tari Sang Hyang Dedari yang ditarikan                oleh 2 orang gadis kecil dalam keadaan tidak sadar (trance), dan                terakhir dipertunjukkan Tari Sang Hyang Jaran, dimana seorang laki-laki                menari sambil menendang bara api yang sangat besar dengan kaki telanjang.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Gelgel (Gelgel Village) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;             DESA GELGEL terletak 3 Km dari Kota Semarapura ke arah Selatan,                dekat dengan Desa Kamasan. Wisatawan dapat menyaksikan kegiatan                upacara yang dilakukan selama tiga hari, dimulai pada hari Senen                setelah hari raya Galungan (yang disebut dengan " Pamacekan                Agung"). Desa ini juga terkenal dengan kerajinan Tenun kain                Songket yang menjadi ciri khas desa tersebut.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Kamasan (Kamasan Village) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;             DESA KAMASAN terkenal dengan kerajinan perak, ukiran selongsong                peluru, emas dan lukisan wayang tradisionalnya. Barang-barang seni                hasil kerajinan perak, emas, selongsong peluru dan lukisan khas                wayang tradisional ini selain erat kaitannya untuk upacara-upacara                keagamaan juga dapat&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Mas (Mas Village)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Desa Mas sudah terkenal akan kesenian, kerajinan ukir-ukiran, patung                dan lain-lainnya sejak jaman dahulu sampai sekarang. Letak Desa                Mas sangat strategis, karena berada pada jalur pariwisata, oleh                karena itu Desa Mas termasuk salah satu Obyek Wisata yang menarik                di Daerah Gianyar bagian Barat.&lt;br /&gt;             Desa Mas ini berhari-hari banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara                maupun Nusantara untuk melihat dan membeli hasil industri kerajinan                masyarakat Desa Mas. Seorang Brahmana dari Majapahit, yang tidak                betah lagi tinggal disana, datang ke Bali karena masih kuat ingin                mempertahankan Agama Hindu yang didesak oleh Agama Islam. Beliau                ini disebut Pedanda Sakti Bawu Rauh atau dengan nama lain Danghyang                Nirarta atau Danghyang Dwijendra. Selama beliau di Desa Mas, beliau                banyak memberikan pelajaran dan pengetahuan baik dibidang agama,                sosial, seni budaya dan lain-lainnya kepada Mas Wilis.Setelah Mas                Wilis mendalami semua pelajaran dan pengetahuan yang diberikan,                lalu diadakan pendiksaan oleh Pedanda Sakti Bawu Rauh dan ia diberi                gelar Pangeran Manik Mas. Sebagai bukti bakti untuk menghormati                jasa-jasanya, Pangeran Manik Mas membuat pesraman atau Geria dengan                segala perlengkapannya untuk Pendanda Sakti Bawu Rauh. Demikian                pula Pedanda Sakti Bawu Rauh untuk memperingati kejadian ini, (sebagai                bukti), beliau menancapkan tongkat tangi (pohon tangi) yang masih                hidup sampai sekarang yang terletak di jaba tengah Pura Taman Pule                Mas. Sejak saat itu beliau memberi nama desa ini Desa Mas. Disamping                itu Pangeran Manik Mas mempersembahkan putrinya yang bernama Ayu                Kayuan (Mas Gumitir), dari perkawinannya dengan Mas Gumitir menurunkan                Brahmana Mas yang tinggal di Desa Mas sekarang ini.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Peliatan (Peliatan Village)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Desa Peliatan sebagai obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II                Gianyar banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun                Nusantara untuk membeli hasil kerajinan rakyat maupun menonton pertunjukan                keseniannya, disamping karena letaknya sangat dekat dengan Ubud.                Desa Peliatan memiliki potensi yang cukup baik dalam bidang seni                budaya dan gudangnya para seniman. Di desa ini tumbuh dan berkembang                dengan suburnya berbagai kegiatan seni, baik seni tari, seni patung,                seni ukir maupun seni lukis. Di Desa Peliatan hidup tokoh-tokoh                seni.Tokoh-tokoh seni tabuh yang cukup banyak pengalaman dan terkenal                di tingkat Nasional maupun International seperti : Anak Agung Gede                Mandra, I Wayan Gandra, I Wayan Gerindem dan I Made Lebah, semuanya                bergabung dalam sekeha Gong Gunung Sari Desa peliatan yang cukup                punya andil untuk merangsang para wisatawan lebih bergairah datang                ke Bali pada umumnya maupun ke Desa Peliatan pada khususnya.&lt;br /&gt;             Tidak jarang diantara mereka ikut merasakan seni dan ikut berperan                sebagai penabuh. Mereka belajar menari dan menabuh dengan guru-guru.                Di bidang seni lukis, ukir maupun patung, Desa Peliatan juga memiliki                potensi yang cukup tinggi. Perkembangan seni lukis maupun seni patung                sudah berkembang sejak masuknya Agama Hindu.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Sebatu dan Pujung(Sebatu and Pujung Villages) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan                Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah                Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara,                dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang                jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau                kecil. Dan di Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang,                Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk                wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah                ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang                di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu                dengan pisau kecil. Dan di Desa Adat Sebatu ini terdapat sebuah                Pura Gunung Kawi Sebatu.&lt;br /&gt;             Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara                maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli                hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan,                bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang                terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti                kekunaan. Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa                pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak                adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini.                Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam                lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan                antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami                kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara                musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam                bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset                pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan                berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu                dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun                Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil                kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,                patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.                Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti                tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara                yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada                pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah                dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu                cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan                Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia                menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh                tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa                Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada                batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya                masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak                di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan                Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa                Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah                banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil                tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa                Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu                dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun                Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil                kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,                patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.                Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti                tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara                yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada                pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah                dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu                cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan                Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia                menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh                tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa                Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada                batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya                masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak                di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan                Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa                Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah                banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil                tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa                Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu                dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun                Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil                kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,                patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.                Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti                tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara                yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada                pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah                dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu                cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan                Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia                menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh                tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa                Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada                batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya                masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Sidan (Sidan Village)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Obyek Wisata Alam Sidan terletak di Desa Sidan Kecamatan Gianyar                Kabupaten Gianyar, tepatnya 4 Km, dari Kota Gianyar ke arah Kota                Bangli dan 31 Km. Dari Kota Denpasar. Konon Desa Sidan ( Kerajaan                Sidan ) berada di Dusun Pegesangan ( kurang lebih 1 km. di sebelah                Selatan Desa Sidan sekarang ) dan karena sesuatu hal maka kerajaan                tersebut dipindahkan ( kekisidan ) ke Utara, yang sampai saat ini                dikenal dengan nama Desa Sidan. Secara alami Desa Sidan memang memiliki                panorama yang sangat indah, karena berada di areal bebukitan yang                lepas pandang. Disamping alamnya Desa Sidan juga memiliki beraneka                ragam obyek wisata, baik yang berupa peninggalan purbakala maupun                yang baru dibangun antara lain : &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;a.                PURA DALEM SIDAN&lt;br /&gt;             Pura Dalem Sidan didirikan sekitar abad 17 oleh tetua dari Puri                Sidan yaitu I Dewa Gede Pindi ( almarhum ), yang selanjutnya pada                tahun 1948 direnovasi kembali oleh putranya yang bernama I Dewa                Kompyang Pindi ( almarhum ). Pura Dalem Sidan tidak jauh berbeda                dengan pura lainnya, tetapi pura ini mempunyai keunikan tersendiri,                karena disamping kemegahannya, juga dihiasi dengan beraneka ragam                relief dan ukiran yang khas dan sarat dengan filosofi Agama Hindu.&lt;br /&gt;             b. PURA BUKIT CAMPLUNG&lt;br /&gt;             Lebih kurang 100 Meter kearah Timur Laut dari Pura Dalem Sidan terdapat                sebuah Pura yang bernama Pura Bukit Camplung, yang berdiri megah                diatas tebing, dimana tebing –tebing tersebut penuh dengan                tulisan – tulisan kuna, yang sampai saat ini belum diketahui                asal muasal tulisan tersebut. Di tebing sebelah Utara terdapat selokan                mata air kecil yang sangat dikeramatkan karena dipercaya masyarakat                sekitarnya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Konon di pura ini                juga para Dewata menganugrahkan Gambelan Angklung Sidan yang sudah                sangat terkenal sampai ke Manca Negara. Pura Bukit Camplung juga                disebut Pura Masceti, karena masyarakat Pengemongnya adalah 9 subak                ( Organisasi Klasik Petani Bali ) di Desa Sidan.&lt;br /&gt;             c. STAGE BARONG SIDAN&lt;br /&gt;             Disebelah Barat Pura Dalem Sidan tepatnya di areal teras persawahan                yang sangat indah, telah dibangun stage pertunjukan untuk menyajikan                kesenian – kesenian yang berasal dari Kabupaten Gianyar. Saat                ini Wisatawan yang ingin menyaksikan Barong khas Stage Sidan ( Pertunjukan                Barong Taru Pramana ) dapat memesan langsung ke Kantor Dinas Pariwisata                Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Demikian                sebagian kecil penjelasan mengenai Alam Sidan, bila kita masuk ke                obyek Wisata Alam Desa Sidan maka akan kita saksikan Sidan secara                keseluruhan dan diyakini dapat menikmati keindahan Alam yang masih                alami.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Desa Tenganan (Tenganan Village)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;             Desa Tenganan atau Tengan Pegeringsingan merupakan salah satu dari                sejumlah desa kuno di Bali yang dikenal dengan sebutan Bali Age.                Pola kehidupan masyarakat Tenganan seperti pola perkampungan, struktur                komunikasi sistim ritual merupakan suatu yang amat unik.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Goa              Lawah (Bat Cave)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;           Tempat sangat menarik untuk dikunjungi karena letaknya strategis dipinggir              pantai dengan pemandangan laut dan pulau Nusa Penida di kejauhan serta              penataan pantainya yang asri dan indah. Di pantai kadang-kadang wisatawan              dapat menyaksikan kegiatan upacara adat dan juga dapat melihat kelelawar              bergelantungan di tepi goa.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Gunung Agung(Mount Agung)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Gunung Agung yang merupakan Gunung yang disucikan oleh masyarakat              Hindu Bali dimana mereka memiliki kepercayaan bahwa para dewa-dewa              berstana di Gunung Agung. Gunung Agung salah satu gunung yang masih              aktif di Pulau Bali, letusan terakhir terjadi pada tahun 1963 yang              mengakibatkan kehancuran terutama di Kabupaten Karangasem. Gunung              yang memiliki ketinggian 3,014 meter, di kaki gunung terdapat Pura              Besakih, pura yang terbesar yang terdapat di Bali. Para petualang              dapat memanjat Gunung Agung antara bulan Juli dan Bulan October.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Gunung Batur (Mount Batur)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;           Gunung yang sampai saat ini masih aktif dengan ketinggian 1,500 meter              dari permukaan laut dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan              dari Denpasar. Dua letusan yang terjadi pada tahun 1917 dan 1926 serta              tahun 1994. Dengan danau Batur yang terletak di kaki gunung Batur              memberikan suasana pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan hiking menuju              puncak kurang lebih 3 jam untuk menyaksikan Gunung Agung dan Gunung              Rinjani&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Gunung Kawi Tampaksiring &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Setelah melewati Gapura dan 315 anak tangga di pinggir sungai Pakerisan              yaitu sebuah sungai yang mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi,              terletak komplek candi Gunung Kawi. Obyek wisata ini termasuk wilayah              Tampaksiring 40 km dari Denpasar. Mengenai nama Gunung Kawi ini belum              diketahui dengan pasti asal mulanya. Namun secara etimologi dikatakan              berasal dari kata Gunung dan Kawi, yang berarti gunung adalah daerah              pegunungan dan Kawi berarti pahatan. Jadi maksudnya ialah pahatan              yang terdapat di pegunungan atau di padas karang. Menurut sejarahnya              diantara raja – raja yang memerintah di Bali yang paling terkenal              adalah Dinasti Warmadewa. Raja Udayana adalah merupakan dinasti ini              dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa.              Setelah dewasa Udayana nikah dengan Putri Jawa yang bernama Gunapriya              Dharma Patni. Dari perkawinannya ini menurunkan Erlangga dan Anak              Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaanya di              Jawa Timur dibagi Dua. Pendeta Budha yang bernama Empu Baradah dikirim              ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu Putra Erlangga,              tetapi ditolak oleh Empu Kuturan. Selanjutnya Bali diperintah oleh              Raja Anak Wungsu antara tahun 1029 – 1077 dan dibawah perintahnya              Bali merupakan daerah yang sangat subur dan tentram. Setelah beliau              meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi di komplek Candi              Gunung Kawi. Tulisannya yang terdapat diatas pintu semu yang berbunyi              : " Haji Lumah Ing Jalu " yang berarti Sang Raja dimakamkan              di Jalu" sama dengan "Susuh" dari ( ayam jantan ) yang              bentuknya sama dengan "Kris" maka perkataan Ing Jalu dapat              ditafsirkan sebagai petunjuk " Kali Kris " atau Pakerisan.              Raja yang dimakamkan di jalu dimaksud adalah Raja Udayana. Sedangkan              tulisan " Rwa Anakira " yang berarti " Dua Anaknya              " kemungkinan yang dimaksud makam Raja Udayana, Anak Wungsu dan              Empat orang Permaisuri Raja serta Perdana Mentri Raja. Diseberang              Tenggara atau dari komplek candi ini terletak Wihara ( tempat tinggal              atau asrama para biksu / pendeta Budha ). Peninggalan candi dan wihara              di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 Masehi.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Hutan Bambu (bamboo forest) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;           Hutan bambu ini terletak di Desa Kubu Kabupaten Bangli, sekitar 5              km dari kota Bangli. Disini para pengunjung dapat menemukan berbagai              jenis bambu seperti bambu Petung, bambu Talang tetapi juga yang menarik              dari kebun ini adalah suara dari pohon bambu saat bersentuhan antara              yang satu dengan lainnya ketika diterpa angin.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Iseh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Lingkungan lseh merupakan bagian dari Desa Sidemen, Kecamatan sidemen,              Kabupaten Karangasem, jaraknya kira-kira 52 km dari kota Denpasar              dan dapat dicapai dengan mobil melalui jalan jurusan Desa Satria,              langsung ke Sidemen. 0byek Wisata Iseh sudah terkenal sejak sebelum              perang kemerdekaan Indonesia karena keindahan panorama alamnya. Disini              pernah tinggal pelukis dari Negara Jerman yang terkenal, sedang namanya              yaitu Walter Spies yang hidup antara tahun 1895-1942. Di Iseh Walter              Spies membangun gubuk kecil untuk studio tempatnya melukis. Selain              itu ada juga pelukis terkenal lain yaitu Theo Mejer dari Swiss yang              lahir di Bale Swiss pada tanggal 31 Maret 1908. Mereka banyak melukis              pemandangan dengan latar belakang gunung Agung. 0byek lukisannya yaitu              kehidupan penduduk sehari-hari, para penari dan upacara adat setempat.            &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Jati Luwih &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Jati Luwih, terletak pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut,              + 27 km ke arah Utara kota Tabanan. Jati Luwih sebagai Desa Wisata              merupakan salah satu obyek yang terindah di Bali, dengan pemandangan              yang luas dan panorama sawah yang bertingkat yang tiada taranya. Disebelah              utaranya dilatarbelakangi oleh gunung yang berhutan lebat dengan udara              yang sejuk dan bersih.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Jemeluk &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           0byek wisata Jemeluk terletak di kawasan pantai Desa Purwakerti, Kecamatan              Abang, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Jaraknya lebih kurang              101 km dari kota Denpasar atau 21 km dari kola Amlapura. Meskipun              fasilitas penginapan di daerah ini belum ada tetapi di Desa Lipah              ketimur kira-kira 3 km sudah ada penginapan serta rumah makan yang              sangat mencukupi buat melayani wisatawan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Jimbaran dan Kedonganan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           URL : http://&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Jimbaran dan Kedonganan adalah merupakan tempat dimana para nelayan              berlabuh dan pusat pasar ikan di daerah Badung. Pantai putih yang              cocok untuk berjemur dan berlayar dengan perahu tradisional. Dan pada              saat matahari tenggelam sambil menikmati santap malam akan menyaksikan              sinar lampu hotel-hotel yang terletak di tebing-tebing sebelah selatan              pantai serta menyaksikan kapal terbang yang akan turun dan mengudara              di Airport Ngurah Rai.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Kawasan Batur (Batur Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;           Nama 0byek Wisata Kawasan Batur disesuaikan dengan potensi yang ada              yaitu Gunung Batur dan Danau Batur. Pura Batur, yang namanya berasal              dari nama Gunung Batur, merupakan salah satu Pura Sad Khayangan yang              diemong oleh Warga Desa Batur. Gunung Batur meletus tahun 1917, menyebabkan              pura yang tadinya berada di kaki sebelah Barat dipindahkan bersama              warga desa ke tempat yang sekarang.Dari Penelokan dapat memandang              birunya Danau Batur dan buih-buih ombak yang menepi. Di kawasan ini              banyak kapal boat yang melayani wisatawan dan penumpang umum dalam              setiap penyeberangan dari Desa Kedisan ke Desa Trunyan. Para nelayan              sibuk mengail ikan mujair dan hasil tangkapannya itu di bawa ke Kabupaten              Bangli untuk dijadikan makanan khas Bangli yaitu sate mujair. Kawasan              Batur berada pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut dengan suhu              udara sejuk di siang hari dan dingin pada waktu malam hari. Jika ditempuh              dari ibu Kota Propinsi kawasan ini berjarak +65 km, dari Ibu Kota              Bangli sejauh +23 km. Pura Batur merupakan tempat Pemujaan Umat Hindu              di seluruh Bali khususnya Bali Tengah, Utara dan Timur memohon keselamatan              di bidang persawahan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Kawasan Nusa Penida(Nusa Penida Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;           Di kawasan Nusa Penida ini terdapat beberapa obyek serta tempat rekreasi              wisata tirta. Kawasan Rekreasi tirta tersebut sangat menarik untuk              dinikmati oleh para wisatawan, yaitu kawasan bahari dengan tumbuhan              karang yang amat indah dan bermacam-macam jenis ikan yang berwarna-warni.              &lt;/span&gt;              &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Suana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Disamping pantai berpasir putih dan perbukitan yang indah, di Suana                juga terdapat yang disebut Gao Giri Putri. Goa ini terletak di Dusun                Karangsari Desa Suana kurang lebih 5 km di sebelah timur Desa Batununggul.                Hanya pada waktu masuk kedalam goa saja yang sulit, tapi setelah                merangkak 3 km kita sampai pada ruangan goa yang sangat luas. Di                dalam goa banyak terdapat stalagnit dan stalaktit, juga terdapat                mata air yang dikeramatkan. Goa ini tembus sampai ke barat dan disini                terdapat mulut goa yang cukup lebar untuk menyaksikan pemandangan                perbukitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Karang                Bolong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Objek ini dapat disaksikan dari Nusa Penida Desa Sakti. Selain dapat                menyaksikan pemandangan Karang Bolong yang sangat indah, juga dapat                menikmati pantai Penida berpasir putih dan pemandangan alam di sekitarnya.                Demikian pula di Nusa Penida dapat disaksikan pengelolaan sumber                mata air yang berada dekat dengan pantai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pantai                Lembongan dan Jungutbatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Pantai ini juga berpasir putih, laut disekitarnya jernih dengan                berbagai jenis ikan berwarna-warni. serta karang lautnya indah dan                beraneka warna, sehingga jelas sekali nampak bagaikan dalam taman                laut yang sangat indah. Berbagai atraksi yang sangat menarik juga                dapat dilakukan dan dilakukan oleh para wisatawan, misalnya banana                boat. Pada sore hari dapat disaksikan betapa indahnya pemandangan                matahari terbenan. Dari Jungutbatu maupun Lembongan, para wisatawan                dapat menikmati pemandangan alam yang indah di Nusa Ceningan, dengan                jembatan diatas laut yang menghubungkan antara Lembongan dan Ceningan.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Kawasan Padanggalak (Padanggalak Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;             Kawasan yang merupakan kompleks pariwisatanya Kotamadya Denpasar                ini memang lain dari yang lain. Di sana berbagai fasilitas rekreasi                telah tersedia, termasuk kolam renang yang bertaraf international.                Selain kolam renang yang megah yang siap dipakai sewaktu-waktu untuk                event nasional maupun internasional, juga disediakan semacam panggung                terbuka guna menampung berbagai atraksi kesenian yang ingin dipertunjukkan                ke khalayak umum. Adapun pertunjukkan itu bermacam-macam dari yang                klasik sampai ke yang modern, misalnya konser-konser musik maupun                pagelaran akbar. Disamping panggung terbuka dan tertutup disediakan                juga atraksi permainan sinar laser dengan dilatar belakangi layar                air mancur untuk pertunjukan kesenian kesenian daerah. Atraksi dapat                dapat disaksikan di Taman Festival Bali, Pdanggalak Jarak Kawasan                Padang Galak ini relatif dekat dengan Kota Denpasar. Karena sarana                transportasi sudah sangat baik maka hanya dengan 7 sampai 10 menit                saja anda akan sampai ke tempat ini. Kawasan Padang Galak sangat                disenangi bagi mereka yang ingin bersantai atau sekedar mandi berenang                di kolam untuk mereka yang alergi dengan air laut. Disamping kolam                renang juga disediakan kolam reftile (buaya). Selain restaurant                yang berarsitektur daerah juga dapat dilihat pasar-pasar tradisional.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Kawasan Toya Bungkah (Toya Bungkah Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;             Toyobungkah termasuk wilayah Desa Batur, terletak di kaki Gunung                Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih                6 km dari Desa Kediaman, 38 km dari Kota Bangli dan 78 km dari Kota                Denpasar. Toyobungkah merupakan Sumber Mata Air Panas Alam yang                sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap                dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung                pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur. Karena                letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka                pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak                pemandangan yang indah dimana disebelah timur laut Danau Batur kelihatan                Desa Trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau.                Disamping pemandangannya yang sangat indah, Toyobungkah hawanya                sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan                sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyobungkah                sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni                Toyobungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai                macam kesenian. Dalam perjalanan menuju Toyobungkah kita akan banyak                menikmati panorama yang indah seperti panorama gunung dan Danau                Batur, pohon cempedak atau nangka, dan tumbuh-tumbuhan lainnya serta                tumpukan bekas-bekas lahar yang sudah menjadi karang yang kelihatan                indah. Di sebelah timur jalan raya menuju Toyobungkah ada sebuah                pura yang cukup besar yaitu Pura Jati. Toyobungkah memiliki daya                tarik serta keindahan hingga banyak dikunjungi para wisatawan Mancanegara                dan Nusantara yang bertujuan untuk mendaki Gunung Batur, kemah,                mandi, berekreasi ataupun melihat dari dekat keindahannya. Di tempat                ini terdapat dua kolam air panas yang berdekatan yaitu kolam air                panas alam yang bisa dipergunakan untuk umum, khususnya masyarakat                sekitar tempat ini, sedang kolam air panas yang satunya telah dibangun                dengan tembok penyengker, tempat ini disediakan untuk para wisatawan                mancanegara dan wisatawan Nusantara.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Kawasan Tukad Unda(Tukad Unda Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;             Kawasan Tukad Unda letaknya 38 Km dari Kota Denpasar ke arah timur.Di                kawasan Tukad Unda ini terdapat sebuah kegiatan rekreasi arung jeram/                rafting. Tempat rekreasi arung jeram ini memiliki panjang Rafting                9 Km dan pada jalur arung jeram ini kita akan menemui rintangan                sekitar 22 rintangan. Maka dari itu bagi wisatawan yang menggemari                rekreasi arung jeram, silakan datang ke Kawasan Tukad Unda serta                silakan mencoba mengarungi jeram tersebut.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Kebun Raya &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;             Kebun Raya terletak di sebelah Barat 0byek Wisata Bedugul merupakan                sebuah komplek hutan suaka alam. Hutan tersebut ditata sedemikian                rupa sehingga terwujud suatu pemandangan indah dan nyaman. Di sela-sela                pepohonan yang rindang terhampar rerumputan yang menghijau dan ditanami                bunga-bungaan yang beranekaragam di sepanjang jalan setapak di sekeliling                hutan yang menambah kesejukan udara dan keheningan suasana. Disamping                pemandangan yang indah dan menghijau terdapat pula suatu bangunan                rumah kaca yang dipergunakan untuk percobaan dan pengembangan tumbuh-tumbuhan                terutama anggrek. Juga terdapat ribuan jenis tanaman yang dipelihara                dengan baik secara profesional.&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Kerta              Gosa dan Taman Gili &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;           Objek wisata Kertha Gosa dan Taman Gili (Balai Kambang) pada jaman              dahulu merupakan bagian dari Puri Semarapura Kerajaan Klungkung yang              dibangun pada abad 17. Di sebelah barat bangunan ini terdapat sebuah              pintu gerbang yang dikenal dengan nama Pemedal Agung adalah merupakan              pintu gerbang utama Puri Semarapura tersebut. Ketiga bangunan bersejarah              ini berada dalam satu areal yang terletak dijantung kota Semarapura              kurang lebih 40 km sebelah timur kota Denpasar, dilalui oleh jalur              lalu lintas perjalanan menuju Besakih, Goa Lawah, Candi Dasa dan dari              objek wisata Kertha Gosa/Taman Gili dapat dilanjutkan ke Desa Kamasan              yang terletak 2 km kearah selatan sebuah desa yang terkenal dengan              kerajinan perak, ukiran klongsong peluru, emas dan lukisan wayang              tradisional.&lt;br /&gt;           Daya tarik ketiga bangunan ini adalah karena sebagai peninggalan bersejarah              dari kerajaan Klungkung dengan ornamen ukiran-ukirannya yang indah              mengagumkan. Selain itu pada bangunan Kertha Gosa dan Taman Gili,              pada langit-langit atapnya dihiasi lukisan tradisional Kamasan yang              amat artistik, menggambarkan filosofi kebudayaan Hindu. Disamping              itu pula Taman Gili/Balai Kambang sebagai satu bangunan berarsitektur              tradisional Bali didirikan diatas alas kura-kura raksasa disebelah              timurnya, diatas tembok kolam yang mengelilinginya berderet patung-patung              para dewa disatu pihak dan para raksasa di pihak lain, masing-masing              kelompok berusaha mendapatkan Amertha Penyubur Kehidupan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Kertha Gosha &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;           Sebagai bekas kerajaan, wajar jika Klungkung mempunyai banyak peninggalan              yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Taman Gili              Kerta Gosa, peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Kerta              Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan              komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh              peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung              yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. &lt;/span&gt;              &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kerta                Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale akerta Gosa                dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi                kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang                ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi                dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung)                atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali.                Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu                terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat                di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan                masih utuh hingga sekarang. Sebagai peninggalan budaya Kraton Semarapura,                Kerta Gosa dan Bale Kambang difungsikan untuk tempat mengadili perkara                dan tempat upacara keagamaan terutama yadnya yaitu potong gigi (mepandes)                bagai putra-putri raja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Fungsi                dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi pendidikan lewat                lukisan-lukisan wayang yang dipaparkan pada langit-langit bangunan.                Sebab, lukisan-lukisan tersebut merupakan rangkaian dari suatu cerita                yang mengambil tema pokok parwa yaitu Swargarokanaparwa dan Bima                Swarga yang memberi petunjuk hukuman karma phala (akibat dari baik-buruknya                perbuatan yang dilakukan manusia selama hidupnya) serta penitisan                kembali ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosanya. Karenanya tak                salah jika dikatakan bahwa secara psikologis, tema-tema lukisan                yang menghiasi langit-langit bangunan Kerta Gosa memuat nilai-nilai                pendidikan mental dan spiritual. Lukisan dibagi menjadi enam deretan                yang bertingkat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Deretan                paling bawah menggambarkan tema yang berasal dari ceritera Tantri.                Dereta kedua dari bawah menggambarkan tema dari cerita Bimaswarga                dalam Swargarakanaparwa. Deretan selanjutnya bertemakan cerita Bagawan                Kasyapa. Deretan keempat mengambil tema Palalindon yaitu ciri atau                arti dan makna terjadinya gempa bumi secara mitologis. Lanjutan                cerita yang diambil dari tema Bimaswarga terlukiskan pada deretan                kelima yang letaknya sudah hampir pada kerucut langit-langit bangunan.                Di deretan terakhir atau keenam ditempati oleh gambaran tentang                kehidupan nirwana. Selain di langit-langit bangunan Kerta Gosa,                lukisan wayang juga menghiasi langit-langit bangunan di sebelah                barat Kerta Gosa yaitu Bale Kambang. Pada langit-langit Bale Kambang                ini lukisan wayang mengambil tema yang berasal dari cerita Kakawin                Ramayana dan Sutasoma. Pengambilan tema yanga berasal dari kakawin                ini memberi petunjuk bahwa fungsi bangunan Bale Kambang merupakan                tempat diselenggarakannya upacara keagamaan Manusa Yadnya yaitu                potong gigi putra-putri raja di Klungkung. Daya tarik dari Kerta                Gosa selain lukisan tradisional gaya Kamasan di Bale Kerta Gosa                dan Bale Kambang, peninggalan penting lainnya yang masih berada                di sekitarnya dan tak dapat dipisahkan dari segi nilai sejarahnya                adalah pemedal agung (pintu gerbang/gapura). Pemedal Agung terletak                di sebelah barat Kerta Gosa yang sangat memancarkan nilai peninggalan                budaya kraton. Pada Pemedal Agung ini terkandung pula nilai seni                arsitektur tradisional Bali. Gapura inilah yang pernah berfungsi                sebagi penopang mekanisme kekuasaan pemegang tahta (Dewa Agung)                di Klungkung selama lebih dari 200 tahun (1686-1908). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pada                peristiwa perang melawan ekspedisi militer Belanda yang dikenal                sebagai peristiwa Puputan Klungkung pada tanggal 28 April 1908,                pemegang tahta terakhir Dewa Agung Jambe dan pengikutnya gugur.                (Rekaman peristiwa ini kini diabadikan dalam monumen Puputan Klungkung                yang terletak di seberang Kerta Gosa). Setelah kekalahan tersebut                bangunan inti Kraton Semarapura (jeroan) dihancurkan dan dijadikan                tempat pemukiman penduduk. Puing tertinggi yang masih tersisa adalah                Kerta Gosa, Bale Kambang dengan Taman Gili-nya dan Gapura Kraton                yang ternyata menjadi objek yang sangat menarik baik dari sisi pariwisata                maupun kebudayaan terutama kajian historisnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kerta                Gosa ternyata juga pernah difungsikan sebagai balai sidang pengadilan                yaitu selama berlangsungnya birokrasi kolonial Belanda di Klungkung                (1908-1942) dan sejak diangkatnya pejabat pribumi menjadi kepala                daerah kerajaan di Klungkung (Ida I Dewa Agung Negara Klungkung)                pada tahun 1929. Bahkan, bekas perlengkapan pengadilan berupa kursi                dan meja kayu yang memakai ukiran dan cat prade masih ada. Benda-benda                itu merupakan bukti-bukti peninggalan lembaga pengadilan adat tradisional                seperti yang pernah berlaku di Klungkung dalam periode kolonial                (1908-1942) dan periode pendudukan Jepang (1043-1945). Pada tahun                1930, pernah dilakukan restorasi terhadap lukisan wayang yang terdapat                di Kerta Gosa dan Bale Kambang oleh para seniman lukis dari Kamasan.                Restorasi lukisan terakhir dilakukan pada tahun 1960.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Lapangan Puputan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;             Lapangan Puputan Badung yang merupakan pusat keramaian di Denpasar.                Puputan yang artinya "habis-habisan" dimana pada tahun                1906 ketika Belanda menyerbu Denpasar, rakyat Bali yang dipimpin                oleh Raja Denpasar memilih untuk bertempur habis-habisan daripada                menyerah terhadap Belanda. Kurang lebih 4,000 rakyat Bali termasuk                Keluarga Raja Denpasar tewas dan sejak itu Belanda menguasai Bali.              &lt;br /&gt;             Untuk memperingati perang Puputan Badung maka didirikan Monumen                Puputan Badung yang terletak di sebelah Utara lapangan. Monumen                tersebut terdiri dari Raja, Ratu dan 2 orang putra raja. Lapangan                ini tempat untuk rekreasi bagi masyarakat kota Denpasar .&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Lembu Putih dan Gajah Taro(White Cow and Elephant Taro) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Daerah Tingkat II                Gianyar, kurang lebih 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan                desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang                ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya                maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan                sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang                setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat                upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat                upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling                sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara                ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah                Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan                Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai                sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat                menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan                persetujuan dari Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II Gianyar, di                sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan                sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan                dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan                setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang                (bermain di air) dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Lingkungan Pura Agung Jagatnatha(Jagatnatha Temple)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;             Kendatipun lingkungan Pura Agung Jagatnatha ini relatif baru, akan                tetapi karena berdiri megah ditengah–tengah kota, lingkungan                Pura ini cepat menarik wisatawan. Di saat odalan dan waktu bulan                Purnama serta bulan mati (Tilem) bisa disaksikan umat Hindu termasuk                anak-anak sekolah datang ke lingkungan Pura ini untuk bersembahyang                dengan destar putih, baju putih dan selendang (saput) kuning untuk                kaum pria, sedangkan kaum wanita menggunakan baju kuning atau putih                dan selendang kuning atau putih. Pemandangan seperti ini sangat                menarik karena ditengah hiruk pikuknya kehidupan kota, umat Hindu                tidak pernah melupakan kewajibannya untuk bersembahyang.Suasana                kota, lalu lintas, kebisingan, tidak mengurangi kekhusukan umat                Hindu di dalam melakukan persembahyangan. Candi Bentar, Padmasana                yang menjulang tinggi seakan-akan bersaing dengan menara Telkom                yang juga menjulang tinggi sebagai lambang kemajuan teknologi di                abad saat ini, tidak mengurangi keagungan Padmasana sebagai Singgasana                Ida Sang Hyang Widhi Wasa.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Lingkungan              Pura Beji (Beji Temple)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Beji merupakan sebuah lingkungan Pura untuk memuja              Dewi Sri, sebagai Dewi yang dikaitkan dengan pertanian khususnya dipercayai              sebagai Dewi yang menciptakan padi sebagai bahan makanan pokok. Lingkungan              Pura ini juga dikenal sebagai lingkungan Pura Subak untuk Desa Adat              Sangsit, dimana seluruh bagian lingkungan Raja dihiasi ukiran style              Buleleng dalam bentuk tumbuh-tumbuhan yang merambat dan motif bunga              yang mencirikan abad ke 15, jaman Raja Majapahit.Pada pintu gerbang              lingkungan pura dihiasi dua ekor naga sebagai penjaga Pura. Daya tarik              yang unik dari lingkungan pura ini adalah ukiran yang memenuhi semua              bagian pura seakan-akan tidak satu tempat pura yang tidak dihiasi              dengan ukiran. Ukiran ini dicat warna-warni sehingga lingkungan pura              ini menjadi lebih unik lagi.Lingkungan Pura ini berlokasi di Desa              Sangsit, Kecamatan Sawan Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Dalem Jagaraga(Jagaraga Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Dalem Jagaraga, sebagai salah satu dari lingkungan              Pura Kahyangan Tiga Adat Jagaraga, secara umum memiliki pola yang              sama dengan lingkungan Pura Dalem lainnya di Bali yaitu lokasinya              dekat kuburan, hiasan patung-patung yang berwajah seram dan menakutkan,              antara lain patung Betara Durga. Lingkungan Pura Dalem ini memiliki              keunikan tersendiri yaitu pahatan relief di tembok depan bagian luar              lingkungan pura ini, yang melukiskan pertempuran pesawat udara model              kuno di udara (dog fight), perampokan bersenjata, perahu, orang sedang              minum bir, mobil model kuno. Keunikan-keunikan seperti inilah yang              membuat pura ini terkenal dan banyak dipromosikan oleh para penulis              buku panduan wisatawan (guide book).&lt;br /&gt;           Lokasi Lingkungan Pura Dalem Jagaraga terletak di Desa Jagaraga, 11              km sebelah Timur Singaraja dipinggir jalan jurusan Singaraja Sawan.              Desa Jagaraga juga terkenal dengan "Puputan Jagaraga"-nya              dan sekaa Gong Kebyarnya dimana seniman almarhum "Gde Manik"              berasal dari Desa ini.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Madwe Karang(Madwe Karang Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Maduwe Karang adalah salah satu lingkungan Pura di              Bali yang telah dikenal wisatawan mancanegara sebelum Perang Dunia              Kedua. Di Jaman itu wisatawan mancanegara datang ke Bali melalui laut              di Pelabuhan Buleleng. Di tempat ini sambil menunggu angkutan umum              para wisatawan mempergunakan waktu untuk mengunjungi Lingkungan Pura              Beji di Desa Sangsit, Lingkungan Pura Maduwe Karang di Desa Kubutambahan.Lingkungan              Pura ini terdiri dari tiga tingkat yaitu "Jaba Pura" di              luar lingkungan pura atau "Jabaan", "Jaba Tengah",              dan "Jeroan", bagian paling dalam adalah yang paling disucikan.              Dua buah tangga batu menanjak menuju Jaba Pura, yang di bagian depannya              dihiasi patung-patung batu padas, tiga puluh empat jumlahnya, yang              diambil dari tokoh-tokoh dan adegan-adegan ceritera Ramayana.&lt;br /&gt;           Patung yang berdiri di tengah-tengah memperlihatkan Kumbakarna yang              sedang berkelahi dan dikeroyok oleh kera-kera laskar Sang Sugriwa.              Yang unik, pada bagian dinding di sebelah utara terdapat ukiran relief              orang naik sepeda yang roda belakangnya terdapat daun bunga tunjung.              Daya tarik lain adalah pahatan Durga dalam manifestasinya sebagai              Rangda, dalam posisi duduk dengan kedua lututnya terbuka lebar sehingga              alat kelaminnya jelas kelihatan. Tangan kanannya diletakkan di atas              kepala seorang anak kecil yang berdiri di sebelah lututnya, kaki kanannya              diletakkan di atas binatang bertanduk yang sedang berbaring. Pada              bagian lain dari dinding lingkungan pura ini terdapat pahatan seorang              penunggang kuda terbang dan pahatan Astimuka. Tokoh ini dilukiskan              sama dengan Sang Hyang Gana (Ganesha), yakni dewa dengan muka gajah.              Kungkungan Pura Maduwe Karang ini terletak di Desa Kubutambahan, 12              km sebelah Timur Singaraja.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Penataran Sasih(Penataran Sasih Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Benda-benda peninggalan jaman kuno di Bali yang berada di Desa Pejeng              ada sekitar enam puluh persen. Patung-patung tua dan pusaka-pusaka              bersejarah telah tersimpan di setiap lingkungan pura di Desa Pejeng.              Nekara Perunggu yang tersimpan di lingkungan Pura Penataran Sasih              adalah merupakan salah satu peninggalan jaman kuno "Pra Hindu".              Lingkungan pura ini berlokasi di tengah-tengah Desa Pejeng di tepi              jalan raya menuju Tampak Siring. Lingkungan Pura Penataran Sasih hingga              saat ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara,              baik untuk tujuan melihat-lihat maupun untuk penelitian.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Ponjok Batu(Ponjok Batu Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Ponjok Batu merupakan sebuah tanjung yang terdiri              atas bebatuan dimana dari celah–celah batu tersebut tumbuh pohon              Kamboja dan semak yang sangat indah. Dalam bahasa Bali "Ponjok              Batu" berarti Tanjung Batu. Lingkungan Pura ini merupakan lingkungan              Pura tempat pemujaan/tempat persembahyangan umum untuk mohon keselamatan.Dari              depan lingkungan pura yang dibatasi jalan raya menuju Amlapura terlihat              pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas, yang dapat menimbulkan              ketenangan jiwa dan menumbuhkan inspirasi bagi pengunjungnya. Laut              yang tenang yang ditumbuhi beberapa pohon tua di sekitar bukit menambah              keindahan lokasi lingkungan Pura. Beberapa sumber air bertebaran di              sekitar lokasi, dan penduduk setempat memanfaatkannya untuk keperluan              sehari-hari.&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura ini terletak lebih kurang 24 km di sebelah Timur Singaraja,              terletak di pinggir pantai dan di atas sebuah ketinggian, termasuk              wilayah Desa Pacung Kecamatan Tejakula. Disamping karena keindahan              alam, arsitektur lingkungan Pura juga mencerminkan gaya khas yaitu              seluruh bangunan terbuat dari susunan batu batu alam yang terdapat              di sekitar lokasi sangat menarik wisatawan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Pulaki(Pulaki Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung              menghadap ke laut. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan              sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki. Daya tarik              Lingkungan Pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan Pura.              Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya              dan bukit tidak jauh di sebelah Baratnya yang berbentuk tanjung kecil              memberikan suasana yang sangat menarik.Kera-kera yang hidup di sekitar              pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang              diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura              ini.Lingkungan Pura Pulaki terletak di desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak,              53 km sebelah Barat Singaraja. Lingkungan Pura Pulaki itu sesungguhnya              merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki              dengan beberapa "Pesanakannya" yaitu lingkungan Pura Melanting,              lingkungan Pura Kertha Kawat, lingkungan Pura Pabean dan lingkungan              Pura Pemuteran. Lingkungan Pura Melanting ada kaitannya dengan kemakmuran,              khususnya yang beraspek perdagangan, sehingga lingkungan Pura Melanting              banyak dikunjungi oleh para pengusaha, pedagang, untuk bersembahyang              dan membawa "aturan'. Di Lingkungan Pura Pemuteran, terdapat              air panas yang banyak dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.            &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Lingkungan Pura Pusering Jagat(Pusering Jagat Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura ini dianggap sebagai "Pusat Dunia", dimana              di sini terdapat sejumlah arca-arca kuno seperti Arca Catuh Kaya dan              lain-lainnya. Lingkungan pura ini terletak di Desa Pejeng, tepatnya              di sebelah utara lingkungan Pura Kebo Edan. Dan Lingkungan Pura ini              pun tak ketinggalan banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena letaknya              sangat strategis yaitu di komplek wisata purbakala yang lain. Bejana              merupakan sebuah benda kekunaan terpenting di lingkungan ini, benda              ini terbuat dari batu dengan relief yang menggambarkan para dewa mencari              Tirta Amerta. Bejana ini memuat tahun Candra Sangkala 1251 Caka (1329              Masehi), yang menunjukkan masa kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Tahun              1952 arca yang retak telah diperbaiki, dan baru-baru ini bangunan              pelindungnya telah dipugar kembali oleh suaka peninggalan sejarah              dan purbakala Bali. Oleh Belanda ini disebut juga Sangku Sudamala.              Kecuali itu di dalam lingkungan pura ini terdapat juga Gedong Purus,              tempat tersimpannya sebuah Lingga dan sebuah Yoni yang dibuat sangat              naturalistik. (Purus = Kemaluan laki-laki).&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Linkungan Pura Dalem Sangsit(Sangsit Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Daya tarik yang menonjol dari lingkungan pura ini adalah relief pada              tembok luar pura yang menggambarkan ceritera "Bima Swarga",              yang pada pokoknya menggambarkan adanya hukuman imbalan yang diterima              setiap orang setelah yang bersangkutan meninggal sesuai dengan perbuatannya.              Misalnya hukuman yang harus diterima oleh seorang yang melakukan perbuatan              zinah di saat hidupnya. Relief ini juga mengandung makna filosofis              tentang hak dan kewajiban umat Hindu. Misalnya digambarkan seorang              wanita yang harus menyusui seekor ulat raksasa karena tidak mampu              memberikan keturunan.Relief ini karena umurnya dibeberapa bagian telah              mulai kabur namun di beberapa bagian masih nampak jelas. Adapun patung              patung yang berwajah seram sebagaimana umumnya terdapat pada setiap              lingkungan Pura Dalem yang ada kaitannya dengan kematian, memberikan              suasana seram dan menakutkan, menambah juga daya tarik lingkungan              Pura ini bagi wisatawan. Lingkungan Pura Dalem ini terletak di Desa              Sangsit 8 km sebelah Timur Singaraja.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Linkungan Pura Uluwatu(Uluwatu Temple Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Lingkungan Pura Luhur Uluwatu tersebut diperkirakan berdiri sekitar              abad 11 , seusia dengan Empu Kuturan yang mendirikan pelinggih di              lingkungan Pura Besakih. Tempat tersebut telah dipilih oleh Pendeta              Danghyang Nirarta untuk mencapai moksa yaitu menyatu dengan Sang Hyang              Pencipta Alam Semesta. Di Lingkungan Pura tersebut telah tumbuh semak-semak              yang dijaga oleh kera-kera jinak dan dilindungi oleh masyarakat sekitarnya.Lokasi              Uluwatu terletak pada daerah perbukitan batu-batu karang di sebelah              Selatan Pulau Bali.Uluwatu termasuk wilayah Desa Pecatu, Kecamatan              Kuta, Kabupaten Badung. Daerah tersebut jika ditempuh dari Denpasar              kurang lebih 30 km ke arah Selatan lewat kawasan pariwisata Kuta,              Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Tempat tersebut sangat              baik jika dipakai untuk olah raga papan selancar.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Monumen Bajra Sandhi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;           Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi              hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian              jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman              ke zaman yang dapat memberi inovasi dan inspirasi dalam mengisi dan              menjaga keajegan negara Kesatuan RI. Lokasi monumen ini terletak di              depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali yang juga di depan              Gedung DPRD Propinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan              Puputan Renon. &lt;/span&gt;              &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Keseluruhan                data daerah monumen berbentuk segi empat bujur sangkar dengan penerapan                konsepsi Tri Mandala :&lt;br /&gt;             1. Sebagai Utama Mandala adalah pelataran/gedung yang paling ditengah&lt;br /&gt;             2. Sebagai Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari Utama Mandala&lt;br /&gt;             3. Sebagai Nista Mandala adalah pelataran yang paling luar yang                mengitari Madya Mandala&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bangunan                gedung monumen pada Utama Mandala tersusun menjadi 3 lantai :&lt;br /&gt;             Utamaning Utama Mandala adalah lantai 3 yang berposisi paling atas                berfungsi sebagai ruang ketenangan, tempat hening-hening menikmati                suasana kejauhan disekeliling monumen.&lt;br /&gt;             Madyaning Utama Mandala adalah lantai 2 berfungsi sebagai tempat                diaroma yang berjumlah 33 unit. Lantai 2 (dua) ini sebagai tempat                pajangan miniatur perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di bagian                luar sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka                untuk menikmati suasana sekeliling.&lt;br /&gt;             Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar Gedung Monumen, yang                terdapat ruang informasi, ruang keperpustakaan, ruang pameran, ruang                pertemuan, ruang administrasi, gedung dan toilet. Ditengah-tengah                ruangan terdapat telaga yang diberi nama sebagai Puser Tasik, delapan                tiang agung dan juga tangga naik berbentuk tapak dara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Monumen                Puputan Klungkung (Klungkung War Monument) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             URL : http://&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;             Monumen ini merupakan tugu peringatan peristiwa bersejarah terjadinya                "Puputan" antara Raja Klungkung dani rakyatnya bertempur                habis-habisan melawan serdadu Belanda pada tanggal 28 April 1908.                Monumen ini terletak di jantung kota Semarapura, tepatnya di sebelah                utara bangunan Kertha Gosa dan Taman Gili. Monumen ini dibangun                berdasarkan arsitektur Bali dalam wujud lingga yoni, di dalamnya                terdapat patung-patung tokoh raja yang gugur dalam puputan didukung                dengan diorama yang mengisahkan peristiwa Puputan Klungkung yang                bersejarah itu. Bangunan monumen ini sangat menarik untuk dikunjungi.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Narmada Baliraja &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;             Didesa Tamanbali anda dapat menjumpai taman yang merupakan peninggalan                (jaman) kerajaan yang pernah memerintah disana. Kolam di daerah                itu dipakai sebagai tempat rekreasi oleh raja Tamanbali dan pura                nenek moyang menghormati Maha Gatra Tuta Harum Tamanbali. Taman                Narmada Baliraja terletak kurang lebih 5 km sebelah selatan Bangli.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Nusa Dua &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;             Nusa Dua merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang terletak                di Kabupaten Badung. Kawasan yang merupakan kawasan percontohan                yang menjadi kebanggaan Bali dan Indonesia ini mulai dibangun sejak                tahun 1974. Pemerintah menyerahkan pengelolaan kawasan ini kepada                BTDC. Jarak kawasan Nusa Dua dari kota Denpasar adalah sejauh 30                km (melalui jalan kawasan Kuta ke selatan), dan jarak dari lapangan                udara adalah 12 km. Kawasan ini memiliki fasilitas kepariwisataan                paling lengkap di Bali, bahkan di Indonesia, seperti akomodasi,                fasilitas olahraga, dan pusat pertokoan. Sampai sekarang di kawasan                ini telah dibangun sembilan hotel berbintang. Kawasan ini juga memiliki                pantai yang indah dan baik untuk digunakan berekreasi dan berolahraga.              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Objek Wisata Wenara Wana(Wenara Wana Object) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;             Diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten                Daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat                sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup                jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan                menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.&lt;br /&gt;             Selain tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan                Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah                pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat                ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat                melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila                tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di                pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Padang Bai &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;             Padang Bai terletak di Desa padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten                Karangasem, jaraknya 53 km dari kota Denpasar atau lebih kurang                30 km dari Amlapura. Lokasi Padang Bai terletak di pantai jalan                jurusan Klungkung-Karangasem belok ke arah kanan. Di Padang Bai                kini telah ada beberapa buah penginapan maupun rumah makan bagi                para wisatawan yang menikmati liburannya disana, maupun para wisatawan                yang akan pergi ke Lombok atau yang baru datang dari Lombok. Untuk                keperluan penyeberangan ke Lombok tersedia kapal ferry yang siap                melayani wisatawan atau orang-orang yang pergi ke Lombok, 4 kali                penyeberangan dalam sehari. Para wisatawan yang akan menikmati wisata                air disana tersedia pula jukung-jukung penduduk setempat maupun                boat, areal parkir mobil tersedia cukup luas. Toko-toko penjual                barang souvenir juga banyak terdapat disini.Yang menarik dari obyek                ini adalah tempatnya terlindung di suatu teluk dengan batu karangnya                yang hitam kokoh sehingga kehidupan bawah airnya aman. Di bagian                timur dari pantai Padang Bai pasirnya berwarna putih bersih dan                tebal sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang di                laut atau berjemur di pantai. Di laut sebelah timur bukit Padang                Bai sangat baik untuk kegiatan Diving maupun snorkling bagi wisatawan                sebab disini terdapat banyak ikan hias tropis dengan karang-karangnya                yang indah. Padang Bai merupakan tempat mendaratnya para wisatawan                yang berkunjung ke Bali melalui lautan yang diangkut oleh kapal-kapal                pesiar besar yang hanya berlabuh di Labuhan Amuk.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pantai Kusamba (Kusamba Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Klungkung&lt;br /&gt;             Pantai Kusamba merupakan obyek wisata yang sangat menarik untuk                dikunjungi, terletak sekitar 7 km ke arah timur dari kota Semarapura.                Disamping itu, pantai ini merupakan pantai nelayan dan juga tempat                pembuatan garam secara tradisional. Kita dapat menyaksikan setiap                hari para nelayan yang sedang melaut mencari ikan maupun petani                garam yang sedang membuat garam di pinggir pantai. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sampan                nelayan berderet di pinggir pantai di bawah pohon nyiur, begitu                pula pondok-pondok pembuatan garam berjejer di sepanjang pantai,                menimbulkan pemandangan yang benar-benar menarik bagi mereka yang                berkunjung ke pantai tersebut. Bagi wisatawan yang sedang berkunjung                ke Bali, obyek wisata ini sangat ideal untuk dipilih sebagai salah                satu tujuan wisata&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pantai Kuta (Kuta Beach)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;             Kuta adalah wilayah yang semarak di Bali dan merupakan surga bagi                wisatawan mancanegara. Kuta memenuhi segala kebutuhan wisatawan,                seperti pasir putih, pantai dengan ombaknya yang sangat sempurna                untuk berselancar, banyak restoran, kafetaria, dan disko yang membuat                kehidupan malam sangat berkesan. Di sepanjang jalan banyak kios                yang menjual beraneka ragam kebutuhan wisatawan, seperti pakaian,                pita kaset, dan tiket yang dijual sangat murah. Kuta terletak 11                kilometer sebelah selatan Denpasar dan dapat dicapai dengan mudah                menggunakan transportasi umum.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pantai Labuhan Sait (Labuhan Sait Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;             Pantai Labuhan Sait merupakan salah satu objek wisata pantai di                Kabupaten Dati. II Badung yang memiliki panorama alam yang indah                dan menakjubkan untuk tempat rekreasi. Suasana pantai ini mampu                memberikan kenyamanan dan kedamaian serta jauh dari kebisingan.                Kondisi seperti ini dapat membuat para wisatawan merasa betah dan                berkeinginan untuk mengunjunginya. Posisi pantai ini terletak di                bawah perbukitan karang dan kondisinya merupakan perpaduan antara                suasana pantai dengan perbukitan yang tebing-tebingnya penuh dengan                ornamen-ornamen alam yang tidak pernah dapat dibayangkan oleh manusia,                tercipta secara alami seolah-olah bayangan kehidupan nyata yang                menatap luasnya lautan lepas sebagai ciptaan Tuhan. Pantai dengan                pasir putihnya itu mampu mewujudkan warna keindahan yang mempesona                bagi pengunjungnya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pantai Lovina(Lovina Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;             Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan                daya tarik utamanya pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna                kehitam-hitaman, dan karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena                sifat lautnya yang tenang, Lovina ini sangat cocok untuk rekreasi                air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar,                mendayung dan sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik                tersebut di atas, dapat dicatat disini adanya ikan lumba-lumba dalam                habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat                dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai.                Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan                pemandangan untaian gunung di sebelah selatannya, langit kemerah-merahan                pertanda terbitnya matahari, merupakan suatu pemandangan yang memberi                daya tarik yang sangat memikat.&lt;br /&gt;             Kawasan Lovina ini juga ditunjang oleh banyak daya tarik wisata                di sekitarnya yang mudah dicapai. Daya tarik pariwisata di sekitar                Lovina antara lain : Air Panas Banjar, Wihara Budaha, Air Terjun                Gitgit, dan desa-desa sekitarnya yang sangat ideal untuk mereka                yang mencintai alam (ecotourism).&lt;br /&gt;             Secara resmi, kawasan ini disebut Wisata Kalibukbuk, namun lebih                dikenal dengan sebutan Kawasan Wisata Lovina. Kawasan ini meliputi                2 kecamatan, yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan                dan Desa Kalibukbuk masuk Kecamatan Buleleng sedangkan Desa Kaliasem                dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Kedua-duanya terletak di                kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Desa yang terletak paling                Timur yaitu Desa Pemaron (5 km Barat Singaraja) dan desa paling                Barat yaitu Desa Temukus (12 km Barat Singaraja). Pusat kawasan                wisata Lovina terletak 10 km dari kota Singaraja.&lt;br /&gt;             Kawasan wisata Lovina sementara ini menjadi pusat fasilitas kepariwisataan                di Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Terdapat berbagai macam                akomodasi, baik hotel berbintang, hotel melati, pondok wisata maupun                "homestay", rumah makan, toko cendramata, angkutan, pelayanan                pertukaran uang (money changer), pelayanan informasi pariwisata                (tourist information service), telpon (Wartel) dan lain-lainnya.                Sebagai kawasan wisata dan pusat fasilitas pariwisata di Buleleng,                Lovina mendapat kunjungan yang terbesar dari wisatawan yang datang                ke Buleleng. Berdasarkan hasil survey pariwisata tahun 1992, dari                jumlah wisatawan yang menginap di Buleleng, 90 % menginap di Lovina.              &lt;br /&gt;             Lovina diberi nama oleh Almarhum Anak Agung Panji Tisna. Konon nama                Lovina diambil dari nama hotel kecil di India yaitu "Lafeina"                dimana beliau menginap dan menulis buku dengan judul Ni Ketut Widhi                (yang kemudian buku ini diterjemahkkan kedalam beberapa bahasa dan                untuk mengenang almarhum). Ada juga versi lain Lovina ini diambil                dari adanya dua pohon "santen" yang ditanam oleh putra                beliau yang kemudian tumbuh saling berpelukan. Jadi Lovina berasal                dari bahasa latin dengan arti saling mengasihi atau saling menyayangi.                Kemudian oleh Bupati Kepala Daerah tingkat II Buleleng, Drs. I Ketut                Ginantra selama masa jabatannya dari tahun 1988 sampai 1993, Lovina                diartikan sebagai singkatan dari "Love" dan "Ina"                artinya "Cinta Indonesia".&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pantai Medewi(Medewi Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Negara&lt;br /&gt;             Pemandangan alam yang indah dimana tampak saat-saat matahari akan                terbenam (Sunset). Dari atas pantai yang telah disender pengunjung                dapat duduk-duduk sambil menikmati deburan ombak yang tak pernah                henti-hentinya. Untuk mendapatkan lokasi obyek pantai Medewi ini                sangat mudah. Pantai Medewi terletak lebih kurang 100 m dari jalan                raya Denpasar-Gilimanuk yang merupakan wilayah Desa Medewi, Kecamatan                Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Dalam perjalanan untuk menuju ke                Pantai Medewi akan tampak sawah-sawah yang berjajar ditepian pantai,                yang bila petani sedang memanen akan mempunyai keunikan tersendiri.                Dengan perkembangannya yang cukup pesat disini telah terdapat hotel                tempat menginap, restaurant tempat parkir serta kamar mandi termasuk                kolam renangnya. Pantai Medewi seperti halnya pantai-pantai lainnya                di Bali juga menjanjikan daya tarik bagi pengunjung.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pantai              Sanur (Sanur Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Denpasar&lt;br /&gt;           Pantai ini terletak di sebalah timur kota Denpasar dan sudah terkenal              sejak dahulu kala, yaitu ketika perang Puputan Badung, pada tahun              1906. Di kalangan pariwisata, Pantai Sanur pertama kali diperkenalkan              oleh pelukis Belgia A.J. Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang              menetap di sana sejak tahun 1937. Daya tarik Pantai Sanur adalah sebelah              utaranya yang melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian selatannya              berbelok dari timur ke barat, serta ombaknya tak begitu besar. Fasilitas              yang ada di Pantai Sanur, antara lain hotel bertaraf internasional,              seperti Hotal Grand Bali Beach, Hotel Bali Hyatt, Hotel Sanur Beach,              dan Hotel Natour Sindu Beach. Di samping itu, masih banyak lagi hotel              di sepanjang timur dan tenggara Pantai Sanur. Kios barang kesenian              dan art shop juga banyak di sana. Rumah makan dan Resturan yang menyediakan              berbagai hidangan baik khas daerah maupun international terdapat disepanjang              kawasan Sanur, juga tersedia fasilitas rekreasi air seperti diving,              snorkling, canoeing, surfing, jet ski, parasailing dan lain-lain.              Para pengunjung juga dapat menikmati keindahan sepanjang pantai .              Bagi yang menyenangi olah raga jogging telah tersedia jalan setapak              sepanjang kurang lebih 6 km di sepanjang pantai Mertasari sampai Padanggalak.            &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pantai Soka(Soka Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Pantai Soka terletak 40 km dari Denpasar atau 25 km dari kota Tabanan              ke arah Barat jurusan Denpasar-Gilimanuk. Pantai Soka mempunyai pemandangan              yang indah, baik sekali untuk tempat beristirahat. Di pantai ini terdapat              sebuah periuk besar dari batukarang dan sebuah dapur kuno milik Kebo              Iwa di jaman dahulu kala.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;&lt;br /&gt;           Pantai Suluban (Suluban Beach) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Pantai Suluban adalah salah satu pantai yang berlokasi di Desa Pecatu              dan berada di antara kawasan Uluwatu dan pantai Labuhan Sait, yaitu              sekitar 34 km dari kota Denpasar menuju ke selatan. Daya tarik pantai              ini adalah panorama yang indah dan penuh dengan keunikan serta baik              untuk berselancar dan rekreasi.Uniknya, untuk berselancar harus menuruni              tebing dan memasuki gua yang lebar dan luas barulah sampai ke permukaan              laut untuk berselancar. Lokasi obyek yang jauh dari kebisingan membuat              suasananya menjadi aman dan tenteram, sesuai dengan suasana ideal              yang diinginkan wisatawan, yaitu suasana damai dan menyejukkan perasaan.            &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pelaga &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Daerah beriklim sejuk di ujung utara Kabupaten Badung ini merupakan              perbatasan wilayah Kabupaten Badung dengan Kabupaten Tabanan, Buleleng,              dan Bangli. Keindahan alam kawasan ini telah dikenal sejak jaman dahulu              untuk melepaskan kepenatan serta rekreasi bersama keluarga. Hal tersebut              telah dibuktikan dengan adanya pesanggrahan yang didirikan oleh pemerintah              Hindia-Belanda. Keindahan alam dengan barisan perbukitan, gunung,              lembah ngarai, sawah berundak, air terjun dan hamparan perkebunan              kopi rakyat serta perkebunan lainnya memiliki daya tarik tersendiri.              Dari tempat tersebut juga mudah menuju lokasi obyek wisata Bedugul,              Kintamani atau tempat persembahyangan Puncak Mangu.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pelaga (Pelaga Village) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Lokasi obyek ini berada di ujung Utara Kabupaten Badung, kurang lebih              48 kilometer dari Denpasar, dan dapat dicapai dengan kendaraan roda              empat dan roda dua. Mencapai obyek ini dari kota Denpasar ke uatara              lewat obyek Sangeh terus Petang kemudian Pelaga. Dari Desa Pelaga              telah ada jalan tembus menuju ke obyek Kintamani melalui Desa Belaksidan.&lt;br /&gt;           Daerah yang berada di ujung Utara (di ujung keris) Kabupaten Badung              ini, merupakan perbatasan antara Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan,              Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Bangli. Keindaha panoramanya telah              dikenal sejak jaman dahulu untuk melepaskan kepenatan dan kekeruhan              pikiran, serta untuk rekreasi. Bukti tersebut dapat kita lihat dengan              adanya pesanggrahan yang didirikan oleh Belanda, dan pesanggrahan              tersebut sekarang dikelola oleh Pemda. Rentetan bukit, gunung, lembah,              sawah berundag, lembah ngarai, air terjun dan kebun kopi menghijau              merupakan daya pikat kita untuk betah menikmati indahnya alam.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Besakih (Besakih Temple Area) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Komplek Pura Besakih terdiri dari 18 Pura dan 1 Pura Utama. Pura Besakih              merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara              semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih. maka Pura              Penataran Agung ini adalah yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan              pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua              pura yang ada di Besakih. Dimana terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma,              Wisnu dan Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara              dan Dewa Pelebur.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Goa Gajah (Elephant Cave Temple)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Pura goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten              Daerah Tingkat II Gianyar. Jaraknya dari Denpasar Kurang lebih 26              Km, sangat mudah dicapai. Disana ada kios-kios kesenian dan Rumah              makan. Pura ini di lingkupi oleh persawahan dengan keindahan ngarai              sungai Petanu, berada pada jalur wisata Denpasar – Tampaksiring              – Danau Batur – Kintamani. Disekitarnya terdapat tempat-tempat              bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca, Arjuna Metapa,              Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain. Namun Goa              Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti. Nama ini perpaduan              nama Pura Guwa (sebutan masyarakat setempat) dengan nama kuna yang              termuat dalam prasasti-prasasti yakni Ergajah dan Lwa Gajah. Nama-nama              Anta Kunjarapada dan Ratna Kunjarapada itu dari akhir abad kesepuluh              sampai akhir abad ke Empat belas ( Negara Kertagama ). Kekunaan ini              didukung oleh Peninggalan Purbakala. Di pelataran Pura Goa Gajah terdapat              Petirtaan Kuna 12 x 23 M2, terbagi atas tiga bilik. Dibilik utara              terdapat tiga buah Arca Pancuran dan di bilik Selatan ada Arca Pancuran              pula, sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca. Lebih kurang              13 meter di sebelah utara Petirtaan terdapat Goa atau Ceruk Pertapaan              berbentuk huruf T. Lorong Goa berukuran : lebar 2,75 M, tinggi 2,00              M. Dikiri kanan lorong terdapat ceruk-ceruk untuk bersemedi, jumlahnya              15 buah. Pada ceruk paling Timur terdapat Trilingga dan diujung Barat              terdapat Arca Ganeca. Dihalaman Goa Pura Gajah diketemukan pula Fragmen              bangunan yang belum bisa direkonstruksi. Tembok keliling menjadi penanggul              tebing disebelah Barat pula ini. Lebih kurang 100M disebelah Selatan              Petirtaan didapati sisa-sisa Percandian Tebing. Sebagian kaki candi              itu masih ada bagian – bagian yang lain telah runtuh ke kaki              yang ada didepannya. Sebuah Chatra berpayung 13 tergeletak ditepi              kaki itu. Badan candi itu memakai hiasan yang sangat indah. Ada pula              bagian Chatra bercabang tiga. Dua buah Arca Budha dengan sikap Dhynamudra              diletakkan pada sebuah tahta berdekatan dengan ceruk yang hampir jebol.              Berhadapan dengan percandian ini terdapat sebuah ceruk pertapaan pula.              Didepan ceruk ini dibangun balai peristirahatan dan sebuah kolam.            &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Kebo Edan (Kebo Edan Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Di Lingkungan Pura Kebo Edan ini terdapat sebuah Arca Ciwa dalam bentuk              Bhairawa menari, yang tingginya 360 cm. Bentuk Arca ini menari di              atas mayat dengan hiasan ular, mukanya memakai kedok dan kemaluannya              seperti bergoyang. Lingkungan Pura ini juga banyak dikunjungi wisatawan              mancanegara maupun wisatawan Nusantara baik yang melakukan penelitian              maupun yang hanya ingin melihat-lihat benda-benda peninggalan sejarah              tersebut. Di tempat ini juga ditemukan kekunaan lain seperti Arca              Raksasa dengan hiasan tengkorak serta beberapa buah arca lainnya bahkan              ada yang sudah rusak.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Mangening(Mangening Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Di lingkungan pura ini terdapat Lingga-Yoni dan arca-arca kuno yang              telah rusak, sehingga tidak dapat diketahui lagi dengan pasti. Disamping              itu terdapat juga sisa-sisa bangunan kuno antara lain : bekas ambang              pintu. Lingkungan Pura ini terletak tidak jauh di sebelah utara lingkungan              Pura Gunung Kawi Tampak Siring, dan sebelah selatan jalan menuju ke              lingkungan Pura Tirta Empul. Jarak dari kota Gianyar 15 km dan dari              kota Denpasar 37 km. Tempat ini banyak juga dikunjungi oleh para wisatawan              mancanegara melalui jalan setapak menuju lingkungan Pura Gunung Kawi              ditepi sungai Pakerisan.&lt;br /&gt;           Berdasarkan hasil temuan bekas ambang pintu maka Suaka Sejarah dan              Purbakala Bali mulai melakukan pengamatan di lapangan yang kemudian              disusul dengan penggalian penyelamatan. Akhirnya usaha ini berhasil              menemukan sisa-sisa sebuah bangunan kuno yang diduga berbentuk sebuah              prasada, yang mungkin berasal dari jaman Anak Wungsu.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Pagulingan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Di lingkungan Pura Pegulingan ini terdapat sisa-sisa bangunan berupa              sebuah stupa besar yang kakinya berbentuk segi delapan. Lokasi Lingkungan              Pura Pegulingan terletak di Desa Basang Ambu Desa Manukaya Kecamatan              Tampaksiring Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, tidak jauh di sebelah              timur lingkungan Pura Tirta Empul Tampiksiring, serta dekat dengan              jalan jurusan Kintamani. Lokasi ini juga ditempuh dari kota Gianyar              akan mencapai 10 Km dan bila dari kota Denpasar jaraknya kurang lebih              38 Km.&lt;br /&gt;           Pemandangan di Lingkungan ini sangat indah dan Istana Presiden Tampaksiring              juga kelihatan indah, serta tempatnyapun sangat strategis sehingga              banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini.Lingkungan pura ini baru              diketemukan kembali pada tahun 1983 berkat bantuan dari pamong desa              setempat. Pengamatan dan penggalian penyelamatan yang dilakukan oleh              Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bali berhasil menemukan sisa-sisa              bangunan berupa stupa besar yang kakinya berbentuk segi delapan. Temuan              lainnya yang sangat penting ialah sejumlah materi tanah liat yang              memuat mantra Agama Budha.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Perancak(Perancak Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Negara&lt;br /&gt;           Lokasi Purancak kira-kira I0 km Barat Daya Desa Tegalcangkring, termasuk              wilayah Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Dari Kota Denpasar menempuh              jarak 96 km mengikuti jalan raya jurusan Denpasar-Gilimanuk. Purancak              adalah bagian dari Selatan Bali Barat. Pada ujung barat Desa Purancak              terdapat sebuah pura yang bernama pura Purancak. Pura menghadap ke              arah barat dengan panorama sungai Purancak yang panjang dan lebar              merupakan daya tarik yang kuat. Air sungai sangat tenang seperti kolam,              dan di seberang sungai tampak perladangan yang ditumbuhi pohon-pohon              pantai yang berjajar.Kurang lebih 250 meter di sebelah selatan Pura              Purancak terbentang lautan yang membiru, dan di kejauhan seberang              lautan tampak gugusan pulau Jawa bagian timur. Sementara di sebelah              kanan muara sungai kelihatan rumah-rumah tradisional yang menjorok              ke laut disertai dengan deretan pohon-pohon kelapa melambai-lambai              karena tiupan angin laut. Suasana yang demikian merupakan panorama              yang indah dan menarik.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Pucaksari (Pucaksari Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;           Terletak di bukit Pulasari di desa Peninjoan, Pura Puncaksari dan              desa sekelilingnya beriklim sejuk. Dari pura itu nampak pemandangan              khas Bali sejauh pantai selatan Bali. Pada saat fajar menyingsing              matahari terbit dari balik gunung Agung, di tengah-tengah pohon-pohon              kuno yang tumbuh dekat pura itu sebelum fajar, terlihat dari kejauhan,hamparan              dedaunan yang tampak murni dan tak tersentuh. Dari puncak bukit lihatlah              betapa halaman rumah desa yang terpencar di lembah dan bukit melengkapi              alam sekelilingnya, seolah-olah merupakan bagian dari semua ini.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Rambutsiwi(Rambutsiwi Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Negara&lt;br /&gt;           Rambutsiwi sebagai obyek wisata merupakan lingkungan suatu pura yang              bernama Pura Rambutsiwi, dikelilingi sawah yang membentang luas dan              berteras-teras, dan di sebelah selatannya terdapat gundukan tebing              dan batu karang yang curam. Dari gundukan tebing ini tampak Samudra              Indonesia yang selalu dihiasi oleh deburan ombak. Di sebelah barat              daya lingkungan pura terdapat balai tempat istirahat untuk menikmati              keindahan panorama laut yang cukup mengasikkan. Tidak jauh dari balai              tempat istirahat tadi, di sebelah selatan pura terdapat undak-undak              yang curam untuk jalan turun ke pantai. Di pinggir pantai pada tebing              batu karang ada dua buah goa yang dianggap suci dan keramat. Suasana              di tempat ini tenang sekali dan baik untuk menenangkan pikiran.&lt;br /&gt;           Rambutsiwi terletak di pinggir pantai selatan Pulau Bali bagian barat              yang termasuk wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo Kabupaten              Jembrana. Di sebelah utara lingkungan Pura, lebih kurang 200 meter              terbentang jalan raya jurusan Denpasar-Gilimanuk, terdapat penyawangan              lingkungan Pura Rambutsiwi. Di sini biasanya umat Hindu yang melintasi              jalur perjalanan tersebut berhenti sejenak untuk menghaturkan sembah              mohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Di sekitar lingkungan              pura (terutama di sebelah timur dan barat) ada tempat-tempat istirahat              untuk melepas lelah sementara sambil melihat-lihat keindahan alam              disekitarnya. Disamping itu terdapat pula disana pameran lukisan maupun              barang-barang souvenir lainnya yang dipajang setiap hari.&lt;br /&gt;           Rambutsiwi sering mendapat kunjungan para wisatawan, baik nusantara              maupun mancanegara. Waktu kunjungan yang paling baik adalah pada sore              hari sebelum matahari terbenam. Umumnya wisatawan ramai berkunjung              kesana pada hari-hari libur, hari raya dan hari piodalannya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Pura Taman Ayun (Taman Ayun Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Sebuah lingkungan pura kerajaan yag dibangun tahun 1634. Lingkungan              Pura tersebut dikelilingi oleh kolam berisi teratai, kira-kira 300              meter sebelah istana kerajaan Mengwi. Lingkungan pura dengan tiga              halaman yang hijau oleh tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumputan yang terpelihara,              dihiasi oleh barisan meru, paibon dan Padmasana Singgasana Sang Hyang              Tri Murti. Dan di seberang lingkungan pura juga terdapat Museum Manusa              Yadnya , yaitu Museum upacara kemanusiaan sejak manusia dalam kandungan              sampai dengan pembongkaran mayat. &lt;/span&gt;              &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Taman                Ayun terletak di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.                Dari kota Denpasar jaraknya lebih kurang 18 km menuju arah barat                laut mengikuti jalan jurusan Denpasar-Singaraja melalui Bedugul.                Agar sampai di lokasi lingkungan Pura dengan menggunakan kendaraan                bermotor memerlukan waktu perjalanan sekitar 25 menit. Kendaraan                umum juga ramai lalu lalang dari pagi hingga sore hari, sehingga                masalah transportasi tidak ada kesulitan. Di sebelah kiri dan kanan                lingkungan Pura terdapat komplek perkampungan penduduk dengan rumah-rumah                tradisonalnya, sementara di seberang jalan terdapat jeram-jeram                dengan parit yang berliku-liku.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;b&gt;Pura Taman Ayun(Taman Ayun Temple)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;             Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;             Lokasi Taman Ayun terletak di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten                Badung. Jarak dari Kota Denpasar kurang lebih 18 km menuju arah                barat laut mengikuti jalan jurusan Denpasar-Singaraja melalui Bedugul.                Lingkungan Pura Taman Ayun ini adalah sebuah lingkungan Pura Kerajaan                yang telah dibangun pada tahun 1634. Lingkungan Pura tersebut dikelilingi                kolam yang berisi bunga teratai. Lingkungan Pura Taman Ayun ini                terdiri dari tiga halaman yang ditumbuhi beberapa tumbuhan hijau                dan rerumputan yang dipelihara dengan rapi, juga dihiasi barisan                Meru, Paibon dan Padmasana Singgasana Sang Hyang Tri Murti.Di seberang                Lingkungan Pura itu pun juga terdapat sebuah Museum Manusa Yadnya,                yaitu museum upacara kemanusiaan sejak manusia dalam kandungan hingga                sampai pada pembakaran mayat (Ngaben). Di sebelah kanan kiri lingkungan                Pura diwarnai dengan keindahan komplek perkampungan penduduk/rumah-rumah                tradisional, serta di seberang jalan terdapat jeram-jeram dengan                parit yang berliku-liku.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pura              Tirta Empul Tampaksiring(Tirta Empul Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari              Denpasar. Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah              satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan              dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian              adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.              Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air              yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang              telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya              air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah              air suci yang menyembur keluar dari tanah.&lt;br /&gt;           Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Sepanjang aliran sungai              ini terdapat beberapa peninggalan purbakala. Pendirian pura ini diperkirakan              pada tahun 960 A.D. pada jaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti              Warmadewa. Seperti biasa pura – pura di Bali, pura ini dibagi              atas Tiga bagian yang merupakan Jaba Pura ( HaLaman Muka ), Jaba Tengah              ( Halaman Tengah) dan Jeroan ( Halaman Dalam ). Pada Jaba Tengah terdapat              2 (dua) buah kolam persegi empat panjang dan kolam tersebut mempunyai              30 buah pancuran yang berderet dari Timur ke Barat menghadap ke Selatan.              Masing – masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri              diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran              Cetik ( Racun ). Pancuran Cetik dan nama Tirta Empul ada hubungannya              dengan mitologi yaitu pertempuran Mayadenawa Raja Batu Anyar ( Bedahulu              ) dengan Bhatara Indra. Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja              Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyat              untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan              dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para              Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa.              Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah              disebelah Utara Desa Tampak siring. Akibatnya kesaktiannya Mayadenawa              menciptakan sebuah mata air Cetik ( Racun ) yang mengakibatkan banyaknya              para laskar Bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat              hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan              air keluar dari tanah ( Tirta Empul ) dan air Suci ini dipakai memerciki              para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia              kala.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Puri Agung Karangasem(Karangasem Palace)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Puri ini dibangun pada akhir abad ke 19 oleh Anak Agung Gede Jelantik,              raja Karangasem yang pertama. Daya tarik utama dari puri ini adalah              arsitektur bangunannya merupakan perpaduan antara arsitektur Bali,              China dan Eropa. Disamping itu terdapat pula candi-candi yang menjulang              tinggi mencapai ketinggian 25 meter yang terbuat dari batu bata dan              dihiasi cetakan motif wayang. Puri Agung Karangasem terletak di pusat              kota Amlapura yang jaraknya 78 km dari kota Denpasar, atau 15 km dari              obyek wisata Candidasa .&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Putung &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Putung merupakan obyek wisata yang terletak di Desa Duda Timur, Kecamatan              Selat, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Jaraknya kira-kira              64 km dari kota Denpasar atau 19 km dari kota Amlapura dan mudah dicapai              dengan mobil. Lingkungan Putung terletak di daerah pegunungan yang              dikelilingi oleh pepohonan yang lebat, terutama kebun salak, sehingga              hawa di sini sangat sejuk menyegarkan. Daya tarik utama dari obyek              wisata ini ialah keindahan panoramanya yang sangat mengagumkan yaitu              perpaduan antara alam pegunungan dan alam laut.Apabila kita melepas              pandangan, di sekitarnya akan tampak ladang-ladang penduduk yang bertingkat-tingkat              hingga ke bawah, bukit dengan hutannya yang lebat dan subur serta              lembahnya. Di bawah tampak petak-petak sawah di wilayah Buitan dan              Labuhan Amuk dengan lautannya yang membentang luas membiru serta kapal              yang berlabuh di sana dan jukung nelayan yang sedang menangkap ikan.              Nusa Penida sangat jelas kelihatan dari obyek Putung. Keindahan wisata              Putung menjadi makin terkenal berkat lukisan Mr. Christiano pelukis              dari Itali dan beristri gadis dari Manggis.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Rafting Telagawaja &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Telagawaja adalah nama sebuah sungai di Desa Rendang, Kecamatan Rendang,              Kabupaten Karangasem. Sungai ini memiliki potensi yang bagus sebagai              objek wisata air (rafting) karena airnya tidak pernah kering walaupun              musim kemarau. Airnya yang jernih dan berliku-liku dengan bebatuan              yang besar di sepanjang aliran sungai.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Rimba Reptil Singapadu (Singapadu Jungle Reptile) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Setelah berdirinya Taman Burung Citra Bali International, berselang              beberapa saat kemudian di sebelah utara Taman Burung ini berdiri lagi              sebuah tempat rekreasi untuk para wisatawan yaitu Rimba Reftil. Rimba              Reftil ini memiliki/memelihara beraneka reftilia dari seluruh dunia.              Bagi para wisatawan yang menyukai berlibur di dalam habitat reftilia              sangatlah tepat bila mendatangi tempat ini. Disamping dapat menyaksikan              reftilia secara total, keselamatan diri juga terjamin dari gigitan              reftilia yang kita ketahui sebagian besar berbisa.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Sangeh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Badung&lt;br /&gt;           Sangeh terletak 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan              menuju Pelaga. Daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak              di tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari. Hutan pohon              pala merupakan areal suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa              Adat Sangeh. Di tengah hutan lebat yang hijau terdapat kurang lebih              500 ekor kera jinak yang sering mempesona para wisatawan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Sibetan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Kebun salak Sibetan merupakan salah satu obyek wisata dimana kita              bisa menyaksikan sesuatu yang sangat menarik seperti misalnya penduduk              setempat memetik salak. Bahkan para wisatawan dapat terlibat langsung              ikut memetik buahnya bersama-sama penduduk setempat. Disamping kebun              salak terdapat juga pemandangan alam yang indah dan alami hamparan              kebun yang bertingkat dan pemandangan buih-buih putih ombak dikejauhan              menjadikan Sibetan suatu tempat menarik untuk dikunjungi. Objek wisata              ini terletak di Dukuh Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem yang jaraknya              sekitar 83 km dari kota Denpasar.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Burung Citra Bali (Citra Bali Bird Park) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Gianyar&lt;br /&gt;           Seiring dengan keindahan panorama Bali semakin banyak investor asing              yang ingin mengembangkan usahanya di Pulau Seribu Pura ini. Hal ini              terbukti dengan berdirinya sebuah Taman Burung Cirta Bali International              di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II              Gianyar, lebih kurang 12 Km dari Kota Denpasar. Di tempat ini para              wisatawan dapat melihat beragam jenis burung baik burung asli Pulau              Bali, seluruh Indonesia maupun burung dari Mancanegara.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Kupu-kupu Bali(Butterfly Park) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Kupu-kupu yang merupakan salah satu persembahan kekayaan alam Indonesia              dan terbesar dari Sabang sampai Merauke, kini dihimpun dalam sebuah              taman dengan nama "TAMAN KUPU-KUPU" yang terletak di Desa              Wanasari Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, kurang lebih 5 km ke              Utara kota Tabanan. Setiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang              beraneka warna, salah satu diantaranya yang paling terkenal didunia              ialah: kupu-kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea), o. Priamus              dan berbagai jenis dari seluruh nusantara. Taman kupu-kupu satu-satunya              di Nusantara ini berusaha mengembang biakkan sekaligus menangkar guna              keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai study pendidikan dimasa              mendatang.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Margarana(Margarana Heroes Monument) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Pada tanggal 20 Nopember 1946 terjadilah pertempuran habis-habisan              antara pasukan pejuang Republik Indonesia melawan kaum penjajah Belanda,              di Banjar Kelaci. Desa Marga di bawah pimpinan Letnan Kolonel I Gusti              Ngurah Rai. Pertempuran ini terkenal dengan nama Perang Puputan Margarana.              I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya gugur di dalam pertempuran              tersebut dan seluruh abu jenazah para pahlawan bangsa tersebut dimakamkan              di sini, yang terletak + 25 km dari Denpasar atau + 13 km dari kota              Tabanan.Di Candi Pahlawan ini kita dapat menyaksikan beberapa tulisan              yang merupakan surat dari I Gusti Ngurah Rai bersama seluruh anggota              pasukannya yang terkenal dengan sebutan CIUNG WANARA tidak akan mau              berkompromi atau menyerah kepada penjajah.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Nasional Bali Barat(West Bali National Park) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Negara&lt;br /&gt;           Taman Nasional Bali Barat merupakan bentang alam (landscape) yang              luasnya 77.162,5 Ha. Dewasa ini masih berstatus suaka margasatwa (kurang              lebih 2.250 ha) dan perairan pantai yang berbatasan sepanjang 1 km              dari garis pantai. Oleh karena itu Taman Nasional Bali Barat adalah              merupakan suatu kawasan perlindungan dan pelestarian alam baik ditinjau              dari segi margasatwa maupun tumbuhan, beserta dengan ekosistemnya.              Margasatwa khas yang terdapat di kawasan ini adalah Jalak Putih Bali              (Leuoeopsar rhotsehildi) dan Banteng (Bos Javanicus). Jenis tumbuhan              khas yang tumbuh di kawasan ini seperti sawo kecik (manilkara kooki)              dan lontar (Borrassus Flellifer) membentuk hutan murni. Jenis tumbuhan              khas lain yang tumbuh adalah Dipterocarp. Keunggulan Taman Nasional              di daerah Bali Barat ini akan dapat meningkatkan fungsi konservasi              baik fauna, flora, maupun ekosistemnya dalam bidang pendidikan, penelitian,              kebudayaan, rekreasi dan pariwisata.&lt;br /&gt;           Beberapa daerah di kawasan hutan ini merupakan obyek rekreasi terbatas,              diantaranya daerah Teluk Terima, daerah Sumberrejo dan daerah Stasion              Relay Micro Wave di Klatakan.&lt;br /&gt;           Daerah Teluk Terima merupakan obyek rekreasi berupa teluk, hutan musim,              makam Jayaprana, dan satwa (kera). Rekreasi laut yang dapat dikembangkan              di daerah ini adalah bersampan, memancing dan menyelam untuk menyaksikan              kehidupan di dasar laut.&lt;br /&gt;           Di daerah Sumberrejo terdapat obyek rekreasi berupa hutan musim, hutan              hujan, panorama indah berupa teluk (dari ketinggian kurang lebih 40              meter dari permukaan laut ), panorama laut dan perkotaan (Banyuwangi              dan Gilimanuk). Obyek ini dapat dicapai dari Desa Sumberrejo, melalui              jalan patroli sepanjang kurang lebih 4 km. Kita akan sampai di daerah              yang berbukit yang ditanami rumput gajah. Dari atas menara pengintai              kadang-kadang dapat dilihat satwa (rusa) sedang merumput di padang              rerumputan buatan tersebut.&lt;br /&gt;           Di daerah Stasion Relay Micro Wave Klatakan, terdapat obyek rekreasi              berupa hutan musim, hutan hujan pegunungan, panorama indah lautan              Indonesia (dari ketinggian kurang lebih 400 meter dari permukaan laut),              perkampungan dan hutan . Kegiatan rekreasi yang dapat dikembangkan              adalah berjalan kaki, memotret, pengamatan satwa dan beristirahat              sambil menikmati udara yang sejuk dan panorama yang indah di lautan              Indonesia.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Tirtagangga &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Taman Tirtagangga merupakan salah satu obyek wisata yang menarik dengan              panorama yang indah. Adanya hamparan sawah yang mengelilingi Taman              Tirtagangga, sumber air yang melimpah serta udara yang sejuk menambah              nikmatnya para wisatawan beristirahat di tempat ini. Objek wisata              ini terletak di Desa Ababi 83 km ke arah timur kota Denpasar.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Taman Ujung &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya              pada tahun 1921. Taman ini dibangun oleh raja Karangasem yang digunakan              sebagai tempat peristirahatan atau tempat untuk menjamu tamu-tamu              penting. Bentuk bangunan sangat megah dan khas, merupakan perpaduan              antara arsitektur Eropa dan Bali. Di sebelah barat kolam, di tempat              yang agak tinggi terdapat sebuah bangunan berbentuk bundar disebut              "Bale Bengong", tempat untuk menikmati keindahan taman dan              sekitarnya. Namun kini peninggalan yang megah itu telah hancur akibat              gempa bumi yang terjadi pada tahun 1963 dan 1979. walaupun tinggal              puing-puingnya saja tetapi kesan megah dimasa lampau masih saja tampak.              Taman Ujung berlokasi di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, berjarak              kira-kira 85 Km dari Denpasar atau 5 Km selatan Amlapura.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Tanah Lot (Tanah Lot Temple) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Pura ini didirikan pada abad ke XV Masehi oleh Pedanda Bawu Rawuh              atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pura              Tanah Lot terletak di laut atau terpisah dari daratan dan di sekitar              pura ini terdapat pula beberapa pura kecil dan besar antara lain Pura              Pekendungan. Di bawah dan di sebelah barat terdapat sumber air tawar              yang merupakan air suci bagi Umat Hindu. Pura Tanah Lot terletak di              Desa Beraban Kecamatan Kediri + 13 km dari kota Tabanan, lengkap dengan              tempat parkir yang memadai. Bila air laut surut para pengunjung dapat              langsung sampai ke pelataran pura untuk bersembahyang.&lt;br /&gt;           Di bawah pura terdapat beberapa gua yang di dalamnya hidup beberapa              ekor ular besar dan kecil berwarna hitam putih. Ular-ular ini sangat              jinak dan tidak boleh diganggu. Jika air laut pasang, maka pura ini              akan kelihatan seperti sebuah perahu terapung di atas air. Di Tanah              Lot kita dapat menyaksikan timbulnya bulan purnama di malam hari dan              tenggelamnya matahari di kaki langit, merupakan suatu pemandangan              yang sangat indah.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Tugu Pahlawan Penglipuran(Penglipuran Heroes Monument)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Bangli&lt;br /&gt;           Tugu/Monument ini didirikan untuk memperingati para pejuang di Bangli              yang dipimpin oleh Kapten Anak Agung Gede Muditha dengan 18 anggota.              Monument yang bertingkat sembilan didirikan pada tahun 1959, diatas              daerah seluas 1,5 ha dengan style Bali dilengkapi dengan areal parkir,              lapangan upacara dan bangunan Cura Yudha. Monument ini didirikan di              desa Panglipuran karena disini, di desa ini Kapten A.A.Anom Muditha              tertembak mati by the NICA (Tentara Belanda) dalam Revolusi.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Tugu Singa Ambara Raja(Singa Ambara Raja Statue)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Buleleng&lt;br /&gt;           Singa Ambara Raja merupakan lambang Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng,              berupa singa bersayap dengan salah satu kaki depannya memegang "jagung              gembal". Lambang ini kemudian dibangun dalam bentuk tugu di depan              Kantor Bupati Buleleng dengan beton bertulang. Tugu ini selanjutnya              menjadi "Landmark" kota Singaraja karena bentuknya yang              unik, dalam pengertian tidak ada duanya di dunia ini. Lokasinya yang              berada di perempatan jalan yang sering dilalui wisatawan, menyebabkan              tugu ini telah menjadi daya tarik yang cukup besar untuk daerah Kabupaten              Daerah Tingkat II Buleleng.Lokasi Tugu Singa Ambara Raja adalah di              depan Kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Buleleng, di pertigaan              jalan Veteran, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai. Wisatawan yang              melewati route ini kebanyakan berhenti mengambil foto-foto tugu tersebut              atau berfoto di depat tugu, dengan tujuan untuk membuktikan bahwa              yang bersangkutan memang benar pernah ke Singaraja atau sebagai kenang-kenangan              kota Singaraja.Mengingat wisatawan yang melewati route ini hanya menggunakan              kesempatan untuk mengambil foto-foto di sekitar tugu, maka tidak dibangun              fasilitas khusus untuk wisatawan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Tulamben &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Karangasem&lt;br /&gt;           Daerah wisata Tulamben berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu,              sekitar 104 km ke arah timur dari Denpasar. Tulamben merupakan tempat              dengan panorama yang sangat indah. Dari sini wisatawan dapat menikmati              keagungan dari gunung Agung, lembah-lembah dan pemandangan laut yang              biru.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;b&gt;&lt;br /&gt;           Wisata Puri (Palace Attraction)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;           Kabupaten/Kota : Tabanan&lt;br /&gt;           Puri Anyar dan Puri Gede di Krambitan merupakan puri kuno yang artistik.              Puri Anyar dengan "Puri Night"-nya dan Puri Gede dengan              "Malam Budaya"-nya menyajikan beberapa atraksi yang menarik,              antara lain "Joged Bumbung" dan 'Tektekan". Bersama              Penari joged para tamu diajak menari bersama mengikuti irama joged.              Sedangkan para tarian Tektekan kita dapat menyaksikan beberapa penari              yang sedang kemasukan roh halus menancapkan kerisnya ketubuh penari              lainnya, keris sampai bengkok namun tidak dapat menembus tubuh lawannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4744436086945430980-6659087641939919628?l=alam-desa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-desa.blogspot.com/feeds/6659087641939919628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4744436086945430980&amp;postID=6659087641939919628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/6659087641939919628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/6659087641939919628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-desa.blogspot.com/2008/04/info-obyek-wisata-di-bali_21.html' title='Info Obyek Wisata di Bali'/><author><name>pramana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09075828674129467395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vnl0_QeDHGA/SA1ko88XJhI/AAAAAAAAABw/aSOWLEuVfsE/S220/DSCF1075.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4744436086945430980.post-8163845655276844878</id><published>2008-04-17T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T22:27:30.625-07:00</updated><title type='text'>Pendahuluan</title><content type='html'>AD Wisata atau sering juga disebut dengan Alam Desa Tour n Travel masih dalam pengembangan data maka dari itu silahkan anda menunggu sampai pada waktunya.....!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4744436086945430980-8163845655276844878?l=alam-desa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-desa.blogspot.com/feeds/8163845655276844878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4744436086945430980&amp;postID=8163845655276844878' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/8163845655276844878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4744436086945430980/posts/default/8163845655276844878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-desa.blogspot.com/2008/04/pendahuluan.html' title='Pendahuluan'/><author><name>pramana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09075828674129467395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vnl0_QeDHGA/SA1ko88XJhI/AAAAAAAAABw/aSOWLEuVfsE/S220/DSCF1075.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
